Jakarta (ANTARA) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggunakan infrastruktur teknologi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Jakarta, Kamis (12/3), mengatakan bahwa teknologi itu digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas selama operasi.
“Kami akan pantau menggunakan ETLE, drone, dan bahkan ada body cam yang nanti akan menempel (pada personel, red.) untuk melayani masyarakat, baik yang ada di jalan tol, yang ada di arteri, termasuk tempat-tempat pelabuhan,” ucapnya.
Dalam kunjungannya di Command Center KM 29 di Cikarang, Bekasi, Agus mengatakan bahwa titik tersebut menjadi tempat pusat kendali dan pemantauan.
“Jadi, ketika nanti terjadi bangkitan arus, khususnya di jalan tol, kami bisa memantau di sini, kapan nanti manajemen rekayasa lalu lintas itu akan dieksekusi,” ucapnya.
Ia mencontohkan, apabila terjadi bangkitan arus lalu lintas di KM 47, maka akan ada radar yang menghitung. Apabila per jam berturut-turut ada 5.500 hitungan kendaraan (traffic counting), maka akan dieksekusi rekayasa lalu lintas contraflow.
Penerapan rekayasa lalu lintas pun bukan berdasarkan prediksi, melainkan berdasarkan kondisi riil di lapangan yang dipantau melalui Command Center.
Selain tempat untuk memantau, Agus mengatakan bahwa pihaknya memiliki Drone Patroli Presisi yang bisa digunakan untuk memantau arus lalu lintas dan menindak pelanggar.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa personel Korlantas juga akan dilengkapi dengan body cam untuk patroli.
“Jadi, ada 30 body cam yang nanti dipakai untuk patroli. Akan mengimbau masyarakat yang ada di bahu-bahu jalan tol, agar supaya bangun dan berjalan. Jadi bukan hanya dibangunin saja, tetapi juga dibangunin dikasih makanan, dikasih buah-buahan atau mungkin snack, suruh berjalan,” ucapnya.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, yaitu mulai tanggal 13 Maret sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Polri sendiri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu, sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Baca juga: Korlantas Polri gelar doa bersama jelang Operasi Ketupat 2026
Baca juga: Kakorlantas Polri pastikan negara hadir jamin keselamatan pemudik
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































