Tangerang (ANTARA) - Konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang Glori Telis Amanta mengungkapkan beban psikologis dalam keluarga sering kali menjadi pemicu utama terjadinya gunung es kekerasan domestik jika tidak ditangani sejak awal.
"Stres pengasuhan bisa memicu kekerasan pada anak. Di sinilah peran kader Posyandu untuk memberikan pertolongan pertama (DPA) dan memitigasi risiko psikologis keluarga sebelum meluas," kata Glori dalam acara Parenting strategis bagi para kader Posyandu di Tangerang, Jumat.
Baca juga: Kekerasan anak Kalbar, KPPPA dorong asesmen psikologis komprehensif
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kesehatan mental keluarga serta melindungi tumbuh kembang anak dan kesejahteraan ibu.
Ia menilai kader Posyandu memiliki peran krusial sebagai ujung tombak dalam mendeteksi dini dinamika sosial dan psikologis di masyarakat.
"Melalui orientasi ini, para kader dibekali keterampilan praktis Dukungan Psikologis Awal (DPA) agar mampu memberikan respons pertama yang tepat terhadap indikasi stres pengasuhan, trauma, hingga potensi kekerasan di wilayahnya," ujarnya.
Baca juga: Kematangan emosi jadi kunci kesiapan orang tua cegah kekerasan anak
Baca juga: Ini dampak psikologis pada anak usai jadi korban kekerasan
Ia menjelaskan dalam pembekalan tersebut, para kader dilatih secara interaktif untuk menerapkan tiga prinsip utama DPA, yaitu Look atau mengamati tanda stres, Listen atau mendengar dengan empati, dan Link, yakni menghubungkan warga ke layanan konseling Puspaga atau unit perlindungan anak Pemkot Tangerang.
"Sinergi kader Posyandu dan Puspaga ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan RT/RW yang aman dan ramah anak. Sehingga, kita bisa menekan angka kekerasan rumah tangga dan memastikan anak-anak Kota Tangerang tumbuh dengan sehat secara psikologis," ujarnya.
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































