Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta kepada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperjuangkan kenaikan plafon untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2027.
Menurut dia, hal itu merupakan salah satu upaya bagi Kementerian UMKM demi meningkatkan aktivitas pelaku usaha tanpa mengandalkan anggaran kementerian dari APBN. Hal itu, kata dia, perlu menjadi fokus kementerian selain mengusulkan tambahan anggaran.
"Memang mungkin kementerian tidak pegang langsung itu duitnya, tetapi langsung dibagikan ke masyarakat. Itu yang sangat penting sebetulnya karena itu dampaknya besar," kata Saleh di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan bahwa saat ini plafon untuk program KUR dari perbankan yakni sebesar Rp297 triliun. Menurut dia, plafon untuk program KUR itu perlu dinaikkan menjadi sebesar Rp350 triliun.
Dengan tambahan plafon itu, dia tak memungkiri bahwa lapangan pekerjaan akan meningkat karena penciptaan usaha-usaha yang baru. Terlebih lagi, kata dia, sudah ada target dari pemerintah untuk bisa menciptakan 2 juta pelaku usaha baru.
"Bayangkan orang itu pinjam duit 5 juta Pak, 3 juta Pak, pinjam uang Pak, supaya dia bisa dagang apa nasi goreng, bisa bakso, bisa apa usaha-usaha kecil lainnya. Untuk menghidupi siapa? Rakyat Indonesia yang ada di rumahnya," kata dia, saat rapat bersama Menteri UMKM Maman Abdurahman.
Namun jangan sampai, kata dia, uang-uang yang ada di bank justru perginya ke perusahaan-perusahaan besar yang mendapatkan keuntungan, sedangkan timbal baliknya ke negara justru minim. Hal itu pun, menurut dia, sudah menjadi persoalan yang diawasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Ini mungkin perlu juga bagaimana cara menyiasati ini supaya dikomunikasikan lagi. Nanti kita bantu untuk juga mendukung Pak Menteri, pasti mengomunikasikan, tapi kita bantu supaya ini nambah lagi," katanya.
Baca juga: Komisi VII: Evaluasi regulasi standardisasi ikuti kemajuan teknologi
Baca juga: Komisi VII DPR minta Kemenperin berinovasi demi perkuat rupiah
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































