Komisi VI DPR RI apresiasi pidato Presiden terkait capaian Danantara

1 week ago 21
Kami tentu di Komisi VI sangat mengapresiasi pidato Presiden, itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto terkait capaian Danantara.

"Kami tentu di Komisi VI sangat mengapresiasi pidato Presiden, itu menunjukkan bahwa kemitraan Komisi VI DPR RI dengan Danantara Aset Manajemen sukses. Sukses bagaimana kita bermitra, saling dukung untuk membenahi BUMN-BUMN yang ada," ujar Andre di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kemitraan tersebut mulai dari proses streamlining yang sedang dikerjakan oleh Danantara terkait pengurangan BUMN.

Kemudian juga memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses streamlining tersebut.

"Yang ketiga, membenahi bagaimana meningkatkan kinerja. Dan ini dasarnya adalah perubahan undang-undang BUMN yang kita lakukan yang menghadirkan Danantara dan juga perubahan keduanya untuk lebih menyempurnakan kinerja. Saya sangat senang bahwa Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang bermitra dengan kami di Komisi VI DPR RI," kata Andre.

Pada Jumat ini, MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Kegiatan tersebut salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pidato, pemerintah juga menayangkan video capaian kinerja pemerintah.

Sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Presiden Prabowo Subianto menyatakan perbaikan tata kelola dan kinerja badan usaha milik negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil signifikan dengan mencatatkan setoran dividen sebesar Rp142,3 triliun pada 2025 atau meningkat 67 persen dibandingkan 2024.

Prabowo mengatakan peningkatan tersebut terjadi setelah pemerintah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dikoreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan sebesar Rp85,5 triliun.

Pada 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp326 triliun, naik 75,3 persen dari 2024. Presiden Prabowo mengatakan keuntungan Rp326 triliun itu tanpa permainan angka.

Menurut Presiden, peningkatan kontribusi BUMN kepada negara terlihat lebih jelas jika dividen dibandingkan dengan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN pada tahun yang sama.

Baca juga: Penerima manfaat akui program Bedah Rumah dari pemerintah bermanfaat

Baca juga: Prabowo: 83.907 rumah direnovasi lewat program BSPS

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |