Jakarta (ANTARA) - Kolaborasi antara brand dan kreator konten tidak selalu lahir dari skema endorse instan. Dalam beberapa kasus, kerja sama justru tumbuh secara organik dari momen pop culture yang viral. Fenomena inilah yang terjadi pada kolaborasi antara SanDisk dan King Aloy.
SanDisk, perusahaan teknologi global yang memproduksi berbagai solusi penyimpanan data berbasis flash memory, resmi menggandeng King Aloy sebagai Wajah Campaign TechShift SanDisk. Kolaborasi ini berawal dari candaan ringan dalam sebuah podcast di YouTube yang kemudian berkembang menjadi campaign berskala nasional.
King Aloy, yang dikenal publik melalui akun media sosialnya, Mister Aloy tampil sebagai narasumber dalam podcast Kejar Setoran bersama host Praz Teguh di kanal YouTube Tuah Kreasi. Dalam perbincangan tersebut, King Aloy menceritakan pengalamannya yang terpaksa mengganti ponsel demi mendapatkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar untuk kebutuhan konten.
“Gue ganti Hp biar penyimpanannya lebih gede aja. Soalnya, memori Hp sebelumnya kecil. Soalnya gue ngonten bikin foto, video, jadi ribet,” ujar Aloy dalam podcast tersebut.
Menanggapi keluhan tersebut, Praz Teguh menawarkan solusi dengan memperkenalkan SanDisk Phone Drive.
“Ini nih SanDisk Phone Drive, tinggal colok, bisa untuk Hp iOS maupun Android. Semua data di Hp bisa dipindahkan ke dalam SanDisk Phone Drive,” jelas Praz.
Dalam suasana bercanda, Praz bahkan meminta King Aloy mengenakan SanDisk Phone Drive sebagai kalung.
“Pakai kalung SanDisk biar dapet project,” ucap Praz.
Candaan tersebut benar-benar dilakukan. King Aloy mengenakan kalung SanDisk sepanjang podcast berlangsung, bahkan diminta berjoget sambil memakainya. Ia juga secara verbal memberi “kode” kepada SanDisk agar kerja sama tersebut benar-benar terwujud.
“Yang penting flashdisk-nya SanDisk,” kata Aloy.
Momen spontan ini menjadi viral dan memicu respons organik dari netizen. King Aloy sendiri merupakan figur yang tengah naik daun di media sosial. Ia sempat viral lewat kreasi racikan Indomie yang memadukan Indomie goreng dan Indomie ayam bawang, serta konten penjualan buah-buahan dengan gaya khasnya yang humoris.
Selain itu, King Aloy aktif memproduksi konten komedi di TikTok dan Instagram. Tahun 2025 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya setelah bergabung dalam program Marapthon bersama Reza Arap dan rekan-rekan. Karakter King Aloy yang mudah menjadi trendsetter dan dekat dengan kultur internet membuatnya relevan dengan audiens digital masa kini.
Melihat respons netizen yang positif, replikasi konten yang masif, serta engagement yang tumbuh tanpa dorongan promosi berbayar, SanDisk menilai King Aloy sebagai figur yang tepat untuk menjadi Wajah Campaign TechShift. Kolaborasi ini didasari oleh kekuatan organik komunitas dan budaya internet yang autentik.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Podcast Kejar Setoran yang menampilkan King Aloy dan Praz Teguh telah ditonton sebanyak 2,9 juta kali dalam waktu dua minggu sejak diunggah, serta menembus 1 juta penayangan dalam kurang dari tiga hari. Sementara itu, berbagai video klip hasil UGC dan akun repost mencatat total hampir 40 juta views. Konten di akun TikTok dan Instagram King Aloy sendiri telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Kolaborasi ini mendorong peningkatan kesadaran merek SanDisk secara signifikan. Netizen mulai aktif mencari tahu produk SanDisk yang digunakan King Aloy, bertanya di kolom komentar, hingga berinteraksi dalam sesi live shopping.
Efek tersebut semakin menguat setelah SanDisk dan King Aloy merilis konten resmi pasca penetapannya sebagai Wajah Campaign TechShift. Konten dengan Template capcut yang bisa diakses oleh pengguna tiktok, yang membuat versi konten mereka sendiri dan memperluas jangkauan campaign secara organik melalui partisipasi komunitas.
Kesuksesan King Aloy sebagai Wajah Campaign TechShift SanDisk membuktikan bahwa budaya internet dapat menjadi fondasi strategi brand yang kuat. Influencer tidak lagi sekadar media komunikasi, melainkan penggerak tren. Campaign TechShift SanDisk menjadi contoh kolaborasi yang otentik, relevan, dan berbasis komunitas.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































