BI jaring talenta muda terbaik lewat Pusat Inovasi Digital Indonesia

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menjaring talenta muda terbaik melalui program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang tidak hanya menghadirkan ajang kompetisi melainkan juga pelatihan terstruktur sehingga talenta diharapkan siap untuk menjawab kebutuhan industri.

PIDI diwujudkan dalam program Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) dan Hackathon. Inisiasi program ini berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejumlah asosiasi terkait.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakata, Senin, menjelaskan bahwa program PIDI berfokus pada solusi atas tiga permasalahan utama antara lain penguatan ketahanan dan inovasi keuangan; peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja; serta percepatan layanan publik, ekonomi kreatif, dan ekspor jasa digital.

Digdaya sendiri merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda.

Sementara Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi nasional, ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, membangun prototipe, dan memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri.

Perry pun mengajak kaum muda untuk berpartisipasi dalam program PIDI dengan menuangkan beragam ide visioner dengan mengirimkan proposalnya yang dibuka mulai 23 Februari 2026 dengan mendaftar terlebih dahulu melalui website www.pidi.id.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono menyampaikan, pihaknya akan memilih setidaknya sebanyak 800 tim pada tahap awal.

Selanjutnya, tim atau peserta akan mengikuti essential training atau pelatihan berbasis self-paced dan diharapkan mengumpulkan proposal tahap kedua paling lambat pada 31 Mei 2026. Peserta yang mengikuti essential training akan mendapat sertifikat.

Dari proyek-proyek tersebut, BI kemudian akan melakukan seleksi lanjutan sebagai bagian dari kompetisi Hackathon.

Sebanyak 800 proposal akan diseleksi menjadi 480 proposal. Proposal terpilih selanjutnya akan mengikuti pelatihan lanjutan yang menggabungkan penguatan kemampuan teknis dan pengembangan usaha melalui kelas practitioner training.

Selain pembekalan teknis di bidang digital, peserta juga akan mendapatkan pembekalan kewirausahaan, termasuk strategi mengembangkan startup. Dicky mengatakan, tahapan ini dirancang agar peserta siap untuk langsung membangun dan menjalankan startup.

“Kemudian dari 480 tersebut, yang paling siap kita pilih 80 proposal untuk langsung kemudian kita carikan investornya. Kita harapkan yang 80 ini dapat investor. Dan dari 80 itu, kita pilih 10 terbaik untuk mendapatkan award dalam acara FEKDI,” jelas Dicky.

BI pun berharap inisiatif ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional.

Melalui kerja bersama antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa, BI menegaskan komitmennya dalam membangun struktur ekonomi digital yang kuat, aman, dan berdaya saing global.

Baca juga: Ajang kompetisi jadi wadah eksperimen talenta digital kembangkan gim

Baca juga: Kemkomdigi siapkan peserta program magang jadi talenta digital

Baca juga: Telkomsel dan AWS cetak ratusan talenta disabilitas mahir Cloud dan AI

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |