Kolaborasi mandirikan pengusaha muda Indonesia

1 month ago 13

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dengan skor 26 masih menempati urutan ke-75 dari 137 negara dalam ukuran kemampuan suatu negara menghasilkan wirausahawan, demikian data terakhir Global Entrepreneurship Index (GEI) pada 2019.

Sedangkan menurut laporan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) pada Oktober 2024, rasio wirausahawan Indonesia masih sebesar 3,35 persen dari total angkatan kerja,

Indonesia membidik rasio wirausahawan sebesar 3,95 persen pada tahun 2024, dan menargetkan rasio sebesar 8 persen untuk menjadi negara maju atau mencapai Indonesia Emas tahun 2045.

Indonesia diproyeksikan akan meraih puncak bonus demografi pada 2030, di sisi lain sebanyak 35,5 persen pemuda usia 15-35 tahun berkeinginan menjadi pengusaha atau tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, seperti hasjl survei World Economic Forum tahun 2019.

Poin ketiga Asta Cita pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto periode 2025- 2029 menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta memperkuat pengembangan infrastruktur.

Adapun, program mendorong kewirausahaan dalam Asta Cita itu akan menjadi salah satu pendukung visi besar Ibu Pertiwi yaitu "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045".

Wirausahawan muda

Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus melakukan upaya mendorong partisipasi masyarakat Indonesia untuk berminat menjadi wirausahawan, dengan menjalankan usaha yang inovatif dan kreatif.

Melalui pengusaha muda yang inovatif dan kreatif, akan menciptakan produk inovatif, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan investasi ke dalam negeri, serta meningkatkan penerimaan negara melalui pajak.

Melalui dukungan pemerintah, program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2024 diselenggarakan oleh PT Bank Mandiri Tbk pada 12-17 Januari 2025, dengan mengangkat tema Inspire Innovate Impact.

Sekitar 3.700 pengusaha muda dari 294 kota di Indonesia mengikuti program ini, hingga terseleksi menjadi 20 pengusaha muda yang berhak mengikuti Malam Final WMM 2024 di Jakarta

Pada Malam Final WMM 2024, pertengahan Januari, sebanyak 20 pengusaha muda bersaing untuk menjadi pemenang dari masing-masing empat kategori yang diperlombakan, yaitu Beauty and Wellness Brands, Tech- Enabled Starups, Fashion Stars, serta Innovate Food & Beverages Businesses.

Program ini memberikan kesempatan bagi para pengusaha muda untuk memperdalam wawasan bisnis dengan mengunjungi kantor pusat dua perusahaan ternama yaitu Buttonscarves dan Paxel.

Program ini turut memfasilitasi diskusi terkait dengan strategi pengelolaan peluang dan penciptaan bisnis sesuai kebutuhan pasar, serta pelatihan pembangunan karakter untuk menjadi pemimpin dalam usaha yang dikelola.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan ke depan, lebih dari 15 investor potensial dihadirkan demi mendengarkan presentasi bisnis dari para para pengusaha muda.

Pendampingan dan mentoring dilakukan sebagai upaya meningkatkan skala bisnis, menguatkan ekosistem, dan menguatkan kemampuan bisnis para pengusaha muda, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi.

Pendampingan intensif oleh pakar industri juga dilakukan untuk menguatkan kemampuan manajerial, kemampuan pemasaran digital, serta pelatihan pengelolaan keuangan.

Melalui ekosistem wholesale Bank Mandiri, para pengusaha muda diberikan peluang kolaborasi strategis, yaitu dipertemukan dengan para investor potensial dan mitra bisnis yang relevan.

Kolaborasi mandirikan budidaya perikanan

Melalui program WMM 2024, Bank Mandiri berkolaborasi dengan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang bioteknologi yaitu PT Aditya Inovasi Makmur atau FisTx Indonesia.

FisTx Indonesia berfokus di bidang bioteknologi untuk budidaya perikanan berkelanjutan, tujuan utamanya yaitu meningkatkan kualitas hidup para pelaku usaha tambak beserta lingkungannya.

Masuk kategori Tech- Enabled Starups, perusahaan teknologi ini berhasil masuk peringkat 20 besar dan berhak mengikuti Malam Final kompetisi WMM.

Melalui program ini, perusahaan teknologi ini mendapatkan pendampingan dan pelatihan, mulai dari pengelolaan Human Resource (HR), pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran yang mencakup Business to Business (B2B) maupun Business to Customer (B2C), sebagaimana disampaikan oleh Founder dan Chief Operating Officer FisTx Indonesia Rico Wisnu Wibisono.

Menghadirkan produk inovatif yaitu UV Disinfector, FisTx Indonesia menawarkan solusi penggunaan disinfektan berbasis sinar ultraviolet (UV), dengan monochromatic dan polychromatic teknologi yang mampu mendisinfeksi hingga tingkat DNA sampai 99 persen.

Adapun, saat ini mayoritas pelaku usaha tambak masih menggunakan disinfektan berbahan dasar Klorin (Cl) yang banyak memiliki efek samping berbahaya, di antaranya apabila terhirup dapat merusak kesehatan paru-paru manusia.

Dengan UV Disinfector, proses disinfeksi budidaya perikanan akan lebih cepat yaitu hanya butuh waktu satu detik, dibandingkan menggunakan Klorin (Cl) yang butuh waktu hingga dua hari.

Produk UV Disinfector FisTx Indonesia juga disinyalir mampu menurunkan biaya proses disinfeksi dari yang umumnya senilai Rp1.300 per meter kubik (m3) menjadi hanya senilai Rp300 per m3.

Produk disinfector ini disebut telah teruji selama empat tahun terakhir, telah digunakan oleh client B2C sebanyak 500 pelanggan, dan client B2B sebanyak 10 perusahaan besar.

Rating kesuksesan UV Disinfector FisTx Indonesia diklaim sudah mencapai 72 persen, dengan berhasil menurunkan biaya produksi pelaku usaha tambak mencapai 50 persen, dibandingkan menggunakan produk disinfektor pada umumnya.

Cost product Udang biasanya senilai Rp7.000 per kilo gram dan diturunkan oleh FisTx Indonesia ke tingkat Rp2.400 sampai Rp3.000 per kilogram, sehingga menjadi lebih sangat murah dibandingkan dengan produk lainnya, sebagaimana disampaikan oleh Rico.

Udang ataupun ikan hasil budidaya tambak dengan menggunakan UV Disinfector disebut akan menghasilkan output olahan yang sehat, aman untuk dikonsumsi, serta ramah lingkungan.

FisTx Indonesia mendapatkan pendampingan dan pelatihan mulai dari pengelolaan HR, pengelolaan kas keuangan, strategi pemasaran, hingga mendapatkan kemudahan akses terhadap pembiayaan seiring keikutsertaannya dalam program WMM 2024.

Dengan kemudahan akses pembiayaan, perusahaan teknologi ini akan dapat mengembangkan bisnisnya dengan peningkatan kapasitas operasional dan produksi, serta dapat memperluas jangkauan pasar hingga ke ranah internasional.

Melalui kolaborasi strategis dengan ekosistem wholesale Bank Mandiri, FisTx Indonesia dipertemukan dengan para investor potensial dan mitra bisnis yang relevan untuk mendukung perkembangan bisnis.

Melalui pendampingan, akses pembiayaan, hingga relasi jaringan investor, kolaborasi antara pemerintah, Bank Mandiri dan FisTx Indonesia akan mampu menciptakan program budidaya perikanan yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan di Tanah Air.

Beragam kolaborasi itu akan dapat mengakselerasi pertumbuhan para pengusaha muda di Tanah Air, sehingga akan memberikan efek terhadap pencapaian rasio kewirausahaan yang ditargetkan sebesar 8 persen untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |