KKP pastikan kemudahan akses pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan

5 hours ago 2
Bagi pembudidaya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia memastikan kemudahan akses pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan, khususnya petambak tradisional.

KKP mencatat di Kabupaten Gresik—salah satu sentra budidaya bandeng terbesar di Indonesia—pupuk berperan penting dalam menumbuhkan plankton sebagai pakan alami, yang menjadi penentu keberhasilan panen.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, menyebut tren budidaya ikan di Gresik terus meningkat.

Ia menyebut jumlah pembudidaya naik dari 13.210 orang pada 2021 menjadi 32.505 orang pada 2025 (angka sementara).

Baca juga: KKP terjunkan 87 surveyor untuk pembangunan KNMP di Papua

Baca juga: KKP pastikan konservasi ekonomi biru secara inklusif dan berkeadilan

Sementara itu, produksi bandeng Gresik tahun 2025 tercatat sementara sebesar 112.590 ton, menyumbang lebih dari separuh total produksi bandeng Jawa Timur yang mencapai 203.338 ton.

“Bagi pembudidaya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat,” ujar Tebe.

Program pupuk bersubsidi sektor perikanan ini diatur melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan.

Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur mencapai 66.571 ton, dengan Kabupaten Gresik menerima 9.825 ton.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto menegaskan bahwa aspirasi petambak Gresik telah masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

Ia menyebut alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton secara nasional.

“Distribusi pupuk harus tepat sasaran hingga ke tingkat petambak, disertai pengawasan penyaluran yang kuat di lapangan,” katanya.

Baca juga: BPBL Batam targetkan panen 1 ton lobster kualitas ekspor akhir 2026

Baca juga: KKP dorong pembangunan 2 KNMP di Kupang untuk gerakkan ekonomi pesisir

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |