KJRI Johor pulangkan nelayan hanyut di perairan Malaysia

7 hours ago 4

Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan dua nelayan kapal tradisional asal Batam, Kepulauan Riau, yang sempat hanyut di perairan Malaysia.

KJRI Johor Bahru dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Jumat, menyampaikan kedua nelayan tersebut berinisial Sdn dan Mdi, sebelumnya hanyut akibat kehabisan bahan bakar hingga memasuki perairan Malaysia pada akhir April 2026.

Keduanya kemudian dibantu untuk memperoleh dokumen administrasi agar dapat keluar dari Malaysia.

Selama menunggu proses administrasi, kedua nelayan yang membawa perahu dengan mesin 250 PK tersebut ditampung di Tempat Singgah Sementara (TSS) KJRI Johor Bahru untuk menjamin keselamatan dan pemulihan mereka.

Puncak proses pemulangan dilakukan melalui mekanisme serah terima di laut pada titik koordinat perbatasan perairan Indonesia-Malaysia yang telah disepakati.

Satgas Pelindungan WNI KJRI Johor Bahru bekerja sama erat dengan APMM Zona Tanjung Sedili, Negeri Johor, mengawal keberangkatan kedua nelayan tersebut menuju garis sempadan.

Di titik perbatasan, proses serah terima dilakukan secara resmi oleh perwakilan KJRI Johor Bahru kepada pihak Satuan Polairud Polresta Barelang yang menggunakan Kapal Patroli Petir -28-1001.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit Widiyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas kerja sama solid yang ditunjukkan oleh berbagai instansi kedua negara, di antaranya APMM Negeri Johor dan APMM Zona Tanjung Sedili, Sat. Polairud Polresta Barelang, Polda Kepri, KPLP Batam, KSOP Batam serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri.

"Sinergi yang kuat antarinstansi ini memastikan proses pelindungan dan fasilitasi pemulangan warga negara kita dapat berjalan dengan cepat, aman, dan lancar," ujar Konjen Sigit.

Kedua nelayan beserta perahunya saat ini telah kembali ke tanah air di Batam. KJRI Johor menyampaikan kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya koordinasi lintas batas dalam menangani situasi darurat yang dialami oleh para nelayan tradisional di wilayah perbatasan.

Baca juga: KRI Songkhla pulangkan ABK WNI di bawah umur yang ditahan di Thailand

Baca juga: SAR gabungan selamatkan dua nelayan Kepri hanyut ke perairan Malaysia

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |