Ketua MPR: Sedekah sayur bantu ketahanan pangan masyarakat

5 hours ago 1

Banyumas (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan program sedekah sayur yang digagas sektor swasta dapat membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat.

“Ini sesuatu yang membanggakan, karena masyarakat didorong hidup sehat dengan mengonsumsi sayur dan protein,” kata Muzani saat meresmikan Papan Sedekah Sayur di Ethos Digital Valley, Dusun Gewok, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu.

Ia menjelaskan program sedekah sayur yang diinisiasi PT Etos Kreatif Indonesia melalui Yayasan Rintisan Amal Bunda tersebut telah menjangkau sekitar 31 ribu penerima manfaat.

Baca juga: Petani Temanggung bagikan 8.000 paket sayuran gratis

Bantuan yang diberikan meliputi sayuran, tempe, tahu, bumbu dapur, serta sumber protein, seperti ikan, ayam, dan telur.

Distribusi bantuan dilakukan secara rutin tiga kali dalam sepekan, sehingga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

“Dengan adanya bantuan ini, masyarakat bisa terbantu, sehingga tidak perlu terlalu sering berbelanja untuk kebutuhan sayur dan protein,” katanya.

Ia mengatakan skema pendanaan program juga menunjukkan perkembangan positif, karena awalnya hampir seluruh pembiayaan atau sekitar 95 persen berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), namun kini partisipasi masyarakat terus meningkat.

“Sekarang sekitar 60 persen masih ditanggung perusahaan dan 40 persen sudah menjadi partisipasi masyarakat melalui gerakan sedekah sayur,” katanya.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh baik yang dapat direplikasi di daerah lain. Ia mendorong lebih banyak perusahaan swasta untuk terlibat dalam kegiatan sosial serupa.

“Kalau lebih banyak perusahaan melakukan hal seperti ini, tentu dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak sebagai kunci peningkatan kesejahteraan di masa depan. Orang tua diminta terus mendorong anak untuk bersekolah dan belajar.

“Dari pendidikan itulah anak-anak bisa menjadi lebih baik dari orang tuanya,” katanya.

Baca juga: Bulog edukasi pelajar tentang ketahanan pangan lewat eduwisata

Ia menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak.

“Program ini membantu memperbaiki asupan gizi sekaligus mengurangi beban biaya jajan keluarga,” katanya.

Muzani mengaku terinspirasi dengan konsep sedekah sayur yang dinilai sederhana, namun berdampak luas. "Saya tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa sayur bisa menjadi bentuk sedekah, dan ini menjadi inspirasi untuk membantu masyarakat secara langsung,” katanya.

Ia mengatakan partisipasi masyarakat dalam program tersebut terus meningkat seiring waktu karena awalnya hanya sekitar 5 persen, kini sudah mencapai sekitar 40 persen setelah berjalan beberapa tahun.

Menurut dia, program tersebut juga memberi ruang bagi petani lokal untuk berbagi hasil panen kepada masyarakat sekitar.

“Ini menjadi cara membagi kebaikan sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” kata.

Muzani mengharapkan program sedekah sayur dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat..

Sementara itu, Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah mengatakan program sedekah sayur bermula pada masa pandemi COVID-19 sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Unpad-Kementrans kembangkan ubi dukung swasembada & ketahanan pangan

Baca juga: Baznas RI perkuat kontribusi dalam ketahanan pangan lewat Balai Ternak

“Kami ingin satu paket bantuan bisa mencukupi kebutuhan satu keluarga, sehingga penerima hanya perlu menambah karbohidrat,” katanya.

Dia mengatakan bahan pangan yang dibagikan berasal dari petani lokal di wilayah Banyumas dan Cilacap, sekaligus memberdayakan mereka melalui penyaluran hasil panen.

Saat ini, program tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah di Cilacap dan mulai diperluas ke Banyumas Raya dengan distribusi rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

“Kami melibatkan relawan dalam pendistribusian agar program ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak penerima,” katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |