Guru Besar UPN Jatim kembangkan pangan fungsional pesisir

1 hour ago 1

Surabaya (ANTARA) - Guru Besar Kimia Pangan Fungsional Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) Prof Dr Dedin Finatsiyatull Rosida mengembangkan inovasi pangan berbasis potensi pesisir untuk kesehatan dan kemandirian pangan nasional.

“Pengembangan pangan berbasis umbi lokal bukan hanya soal kemandirian pangan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan masyarakat,” ujarnya di Surabaya, Minggu.

Dalam orasi bertajuk “Potensi Pangan Dataran Rendah dan Pesisir sebagai Pangan Fungsional dan Flavor Enhancer", Prof Dedin menegaskan wilayah dataran rendah dan pesisir memiliki potensi besar sebagai tulang punggung produksi pangan nasional melalui komoditas padi, jagung, palawija, hingga hasil perikanan.

Ia menyoroti pemanfaatan umbi lokal seperti kimpul (Xanthosoma sagittifolium) sebagai alternatif bahan pangan, yang dapat meningkatkan kandungan pati resisten dan serat pangan, serta bermanfaat bagi penderita diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Selain itu, Prof Dedin juga mengangkat potensi keong sebagai sumber protein hewani alternatif dengan kandungan protein tinggi, rendah lemak jenuh, serta kaya mineral seperti kalsium dan zat besi.

Baca juga: Mendiktisaintek dorong percepatan guru besar untuk karier dosen

“Peptida dari protein keong berpotensi menjadi MSG alami yang tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga memberikan nilai fungsional bagi tubuh,” ujarnya.

Turunan keong seperti mucin dan cangkang juga dinilai memiliki nilai tambah tinggi, termasuk untuk industri kesehatan dan pangan melalui produksi chitosan yang bersifat antioksidan dan antikolesterol.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset serta penguatan sumber daya manusia guna meningkatkan nilai tambah produk pangan berbasis potensi lokal dan daya saing global.

Rektor UPNVJT Prof Akhmad Fauzi menyatakan pengukuhan lima guru besar menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Pengukuhan lima guru besar ini menjadi tonggak penting bagi kami dalam memperkuat kapasitas akademik universitas. Saat ini, UPN Veteran Jawa Timur telah memiliki total 39 guru besar,” ujarnya.

Ia menegaskan riset dosen harus semakin kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat serta menekankan jabatan profesor merupakan awal tanggung jawab lebih besar dalam menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan.

Baca juga: "IPA Goes to Campus" dorong generasi muda dukung ketahanan energi

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |