Berau-COP kampanye lestarikan satwa endemik lewat "Run for Orangutan"

2 hours ago 1

Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur bersama Centre for Orangutan Protection (COP) melakukan kampanye pelestarian satwa endemik lewat giat Run for Orangutan, Minggu, untuk menyadarkan semua pihak tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan.

"Pemkab Berau mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan, termasuk perlindungan orangutan, sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan kekayaan hayati," ujar Sekda Kabupaten Berau Muhammad Said saat melepas Run for Orangutan di lapangan depan Kantor Bupati Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu.

Baca juga: BKSDA–YIARI selamatkan bayi orangutan di kebun sawit Ketapang

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian orangutan yang diinisiasi oleh COP. Kegiatan ini juga menjadi ajang kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Kalimantan tersebut.

Selama ini COP tetap konsisten pada upaya penyelamatan, pelestarian, dan perlindungan orangutan, baik di habitatnya maupun di luar habitat. Kemudian, melakukan penyelidikan, mendokumentasikan dan melawan kejahatan yang mengancam keberlangsungan hidup orangutan dan habitatnya.

Organisasi ini juga membangun kesadaran masyarakat atas hak hutan mereka dan mendampingi orangutan untuk mempertahankan sumber penghidupannya.

Bahkan, melakukan evakuasi orangutan yang terdampak di area hutan yang sudah beralih fungsi, kemudian melepasliarkan ke hutan atau mentransfer orangutan ke Pusat Rehabilitasi jika diperlukan penanganan medis.

Sepanjang 2025, COP setidaknya telah mengevakuasi 50 individu orangutan dari hasil interaksi negatif di Kalimantan Timur, termasuk evakuasi orangutan lintas pulau hasil pemeliharaan ilegal.

Saat ini COP menjalankan Pusat Rehabilltasi Orangutan Kalimantan di Kabupaten Berau. Untuk program di Pusat Rehabilitasi Orangutan Kalimantan yang didirikan sejak 2014, saat ini sedang merawat 20 individu orangutan hasil sitaan negara dengan riwayat korban perdagangan satwa lintas pulau dan negara, korban pemeliharaan ilegal, dan hasil repatriasi Thailand.

Baca juga: Menhut tegaskan komitmen pemerintah jaga kelestarian satwa endemik

Baca juga: Bertamu ke rumah orang utan liar Kalimantan

"Sedangkan Run for Orangutan yang digelar hari ini, merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap keberlangsungan hidup orangutan yang saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti kerusakan habitat dan perburuan liar," ujarnya.

Ia berharap kegiatan maupun kampanye semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak agar pelestarian orangutan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif ekosistem hutan, demi kelestarian satwa endemik Kalimantan.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |