Yogyakarta (ANTARA) - Berjajar piagam penghargaan melengkapi pemandangan dinding di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas, tapi terasa adem dan nyaman tersebut memberikan kesan yang rapi, tertata, dan penuh perjuangan di balik pencapaian prestasi.
Peletakan piagam penghargaan pada dinding tembok dengan dominan warna putih tersebut tentu bukan sekadar hiasan semata, melainkan sebuah bukti pengakuan terhadap prestasi yang setiap saat terlihat ketika berada di ruangan itu.
Inilah pemandangan di ruangan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Kota Yogyakarta, salah satu satuan pendidikan dengan predikat ramah anak di daerah yang dijuluki sebagai kota pendidikan.
Terpampang salah satunya piagam penghargaan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan Penghargaan Anugerah Anak Jogja Kategori Sekolah/Madrasah Ramah Anak Terbaik Kepada SMP Negeri 15 Yogyakarta, atas jasanya dalam upaya perlindungan anak di DIY.
Selain itu, ada piagam penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Yogyakarta kepada SMP Negeri 15 Yogyakarta sebagai pemenang kategori Sekolah Ramah Anak dalam Anugerah Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (KPAID Award).
Tidak ketinggalan pula piagam penghargaan dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta karena menjadi yang terbaik dari Lomba Sekolah Sehat (SLS) tingkat Yogyakarta, yang menambah deret prestasi dalam menciptakan sekolah ramah anak dan nyaman bagi peserta didik.
Sekolah ramah anak, menurut Kepala SMP Negeri 15 Yogyakarta Drs Siswanto, konsep awal, sejatinya adalah pendidikan atau sistem pembelajaran yang inklusif.
"Pendidikan inklusif itu adalah pendidikan yang tidak membedakan-bedakan bagi jenis kelamin, karakter, gender, suku, ras, agama, dan semuanya. Dan itu semua dapat terfasilitasi di sini dalam pembelajaran," katanya.
Bagi Siswanto, konsep sekolah ramah tersebut inti sebenarnya adalah dalam pembelajaran, yakni bagaimana sekolah atau satuan pendidikan bisa memfasilitasi semua anak tanpa melihat latar belakangnya.
Apapun latar belakangnya, SMP Negeri 15 Yogyakarta telah memfasilitasi, termasuk bagi anak-anak kebutuhan khusus atau disabilitas yang setiap tahun dengan kuota tertentu diterima atau ditampung melalui jalur disabilitas pada seleksi penerimaan siswa baru (SPMB).
SMP Negeri 15 Kota Yogyakarta, Sekolah Ramah Anak di Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)Lingkungan sekolah aman
Meski berada di kawasan pusat perkotaan, tepatnya di Jalan Tegal Lempuyangan, Danurejan, sekolah itu tidak persis berada di tepi jalan raya, tapi di jalan sirip jalan utama ke barat, sebelum Jembatan Lempuyangan dari arah selatan.
Bangunan sekolah di atas tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat seluas 10.615 meter persegi tersebut dikelilingi pagar tembok berwarna hijau, yang secara umum mengartikan ketenangan, kesegaran alam, dan keseimbangan.
Begitu masuk gerbang sekolah, tampak berdiri pos keamanan dengan petugas yang penuh sigap menyapa secara ramah ketika ada tamu datang saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, menjadikan keamanan di sekolah sebagai prioritas.
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































