Kerugian kebakaran 18 rumah di Kebayoran Lama capai Rp1,2 miliar

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kerugian kebakaran 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diketahui mencapai Rp1,2 miliar.

"Taksiran kerugian kebakaran mencapai Rp1,2 miliar," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan menurut keterangan salah satu saksi bernama Atik, api berawal dari sebuah kontrakan yang berada di dekat lampu merah, kemudian menjalar ke arah belakang bagian rumah.

Saat itu, warga berusaha memadamkan api tersebut dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun gagal.

"Kemudian, pak RT Nanang, selaku pemilik rumah, sedang berjualan, dan ada warga yang melapor bahwa ada kebakaran di bagian atas kontrakan. Nanang mencoba memadamkan dengan APAR, namun gagal," ujar Asril.

Baca juga: 85 personel padamkan kebakaran rumah di Kebayoran Lama

Sebanyak 150 jiwa terdampak dari peristiwa kebakaran tersebut.

Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan mendapatkan laporan dari warga mengenai kebakaran yang sudah membesar pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi itu.

Kemudian, pada pukul 21.20 WIB, api dapat dilokalisir oleh personel dan langsung dilakukan pendinginan pada pukul 21.33 WIB. Lalu, pada pukul 24.00 WIB, seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai.

Penyebab kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik di salah satu rumah.

Baca juga: 150 jiwa terdampak dari kebakaran 18 rumah di Kebayoran Lama

Baca juga: Kerugian kebakaran rumah di Taman Wijaya Kusuma capai Rp500 juta

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |