Jakarta (ANTARA) -
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu melakukan pengambilan sampel di enam pulau permukiman untuk memastikan keamanan pangan.
“Kami melakukan pengambilan sampel pangan secara serentak di enam pulau permukiman, yakni di Pulau Panggang, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, Pulau Harapan, dan Pulau Untung Jawa,” kata Kasi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pengambilan sampel dilakukan sebagai upaya memastikan keamanan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat. Kegiatan ini meliputi pengambilan sampel Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Pangan Segar Asal Hewan (PSAH).
Sebanyak tujuh personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut dengan dukungan tiga awak Kapal Kerapu Macan dan seluruh proses pengambilan sampel di enam pulau dapat diselesaikan dalam waktu dua hari.
Baca juga: Satpol PP awasi peredaran bahan pangan di Kepulauan Seribu
"Setiap sampel ditangani, dikemas, dan diangkut secara hati-hati untuk mempertahankan kondisi sampel hingga tiba di laboratorium pengujian di daratan Jakarta," kata Helena.
Setelah tiba di daratan Jakarta, seluruh sampel langsung dikirim ke Laboratorium Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian (PPSHP) dan Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Pusyankeswannak) Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar di wilayah Kepulauan Seribu memenuhi persyaratan keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan keamanan pangan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat Kepulauan Seribu aman dan memenuhi persyaratan yang berlaku," kata dia.
Baca juga: Warga Pulau Kelapa diajak perkuat ketahanan pangan
Baca juga: Pemkab dorong warga Pulau Kelapa perkuat ketahanan pangan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































