Jakarta (ANTARA) - Olahraga padel mendadak menjadi perbincangan hangat sekaligus gaya hidup baru yang sangat populer, khususnya di kawasan perkotaan. Menggabungkan elemen dari tenis dan squash, permainan yang dimainkan di lapangan berukuran lebih kecil dengan dinding kaca ini menarik minat banyak orang dari berbagai kalangan usia.
Kepopulerannya yang meroket tidak lepas dari karakter permainannya yang mudah dipelajari, menyenangkan, dan bernilai sosial tinggi. Berikut beberapa alasan utama mengapa padel begitu cepat diterima oleh masyarakat, merangkum dari sejumlah sumber.
- Ramah untuk pemula: Dibandingkan tenis yang membutuhkan teknik pukulan presisi dan kontrol tenaga ekstra, padel menggunakan raket padat (padel/pop tennis racket) tanpa senar yang mudah dikuasai. Poin dapat tercipta dalam reli panjang tanpa perlu menyiksa fisik sejak awal.
- Format permainan yang kompak: Luas lapangan padel hanya sepertiga dari lapangan tenis biasa. Hal ini membuat pergerakan terasa lebih efisien dan tempo permainan tetap terjaga dengan cepat.
- Sifat sosial yang kuat: Padel hampir selalu dimainkan secara ganda (dua lawan dua). Jarak antar pemain yang dekat mempermudah komunikasi dan interaksi, menjadikannya sarana yang pas untuk bersosialisasi atau sekadar mengisi waktu luang bersama teman.
Baca juga: Kiat cegah cedera saat bermain padel
Manfaat olahraga padel
Selain menyenangkan sebagai hiburan (sportainment), padel memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental:
1. Meningkatkan kesehatan jantung
Meskipun lapangannya relatif kecil, pergerakan dalam padel menuntut lompatan, rotasi badan, dan perubahan arah yang konstan. Aktivitas aerobik ini efektif memicu kerja jantung, melancarkan sirkulasi darah, serta membakar kalori secara optimal.
2. Melatih kelincahan, refleks dan koordinasi
Penggunaan dinding kaca dalam aturan permainan membuat bola bisa memantul dari arah yang tak terduga. Hal ini memaksa pemain untuk melatih refleks mata, koordinasi tangan dan kaki, serta respons ketangkasan tubuh secara spontan.
3. Menguatkan otot tubuh
Aktivitas memukul bola, melakukan smashes, dan melangkah cepat secara terus-menerus membantu memperkuat massa otot tubuh bagian bawah (paha, betis, bokong) dan bagian atas (lengan, bahu, serta otot inti/core).
4. Mengurangi stres dan menjaga mental
Permainan yang penuh dengan gelak tawa dan interaksi sosial memicu pelepasan hormon endorfin. Momen kebersamaan di lapangan terbukti efektif menurunkan kadar hormon stres (kortisol) setelah hari yang melelahkan.
Dengan kombinasi antara aksesibilitas permainan dan beragam manfaat kesehatan yang ditawarkan, tidak mengherankan jika padel kini telah bertransformasi dari sekadar tren sesaat menjadi pilihan olahraga rutin bagi masyarakat modern. Tidak hanya populer, tren ini justru mengajak banyak masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh dengan salah satu olahraga yaitu padel.
Baca juga: Kompetisi soft tenis belum jelas, Tio ingin tekuni padel dan melatih
Baca juga: Padel Indonesia targetkan prestasi terbaik di Asian Games 2026
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































