7 manfaat bersepeda bagi tubuh, baik untuk fisik dan mental

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) - Bersepeda kini tidak lagi sekadar aktivitas yang dilakukan untuk olahraga. Di tengah berkembangnya skena sepeda, kegiatan mengayuh pedal juga semakin dekat dengan keseharian masyarakat, mulai dari bersepeda ke tempat kerja, mengikuti kegiatan komunitas, touring, hingga sekadar menikmati suasana kota.

Perkembangan tersebut membuat sepeda memiliki fungsi yang semakin beragam. Selain menjadi sarana mobilitas dan rekreasi, bersepeda juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan bersepeda sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk transportasi maupun rekreasi. Aktivitas fisik secara rutin diketahui berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular serta sejumlah penyakit tidak menular lainnya.

Lantas, apa saja manfaat bersepeda bagi tubuh?

1. Membantu menjaga kesehatan jantung

Bersepeda termasuk aktivitas aerobik. Saat mengayuh, jantung bekerja lebih aktif untuk mengalirkan darah dan oksigen ke berbagai bagian tubuh.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan menyebut bersepeda dapat membantu melatih sistem kardiovaskular dan meningkatkan sirkulasi darah. Aktivitas ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung apabila dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari pola hidup sehat.

Manfaat tersebut menjadi salah satu alasan mengapa bersepeda sering dipilih sebagai aktivitas fisik yang relatif mudah dimasukkan ke dalam rutinitas.

Tidak harus selalu bersepeda dalam jarak puluhan kilometer. Aktivitas dengan intensitas yang sesuai kemampuan tetap dapat menjadi bagian dari kebiasaan aktif sehari-hari.

Baca juga: Studi ungkap manfaat bersepeda jangka panjang untuk kesehatan lansia

2. Membantu meningkatkan kebugaran tubuh

Selain jantung, bersepeda membuat sejumlah kelompok otot ikut bekerja, terutama otot pada kaki dan bagian tubuh yang membantu menjaga posisi saat mengayuh.

Jika dilakukan secara rutin, aktivitas fisik seperti bersepeda dapat membantu meningkatkan kebugaran serta daya tahan tubuh.

WHO menyebut aktivitas fisik secara umum juga berkaitan dengan peningkatan kebugaran, kesehatan metabolik, kekuatan otot dan tulang, serta penurunan risiko sejumlah penyakit tidak menular.

Karena itu, bersepeda tidak harus selalu dipandang sebagai latihan dengan target tertentu. Menggunakannya untuk perjalanan sehari-hari juga bisa menjadi kesempatan untuk membuat tubuh lebih aktif.

3. Membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular

Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular.

WHO menyebut aktivitas fisik yang cukup berkontribusi terhadap pencegahan dan pengelolaan penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke dan diabetes tipe 2. Aktivitas fisik juga dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit tidak menular.

Bersepeda menjadi salah satu pilihan karena aktivitas ini dapat dilakukan sebagai olahraga sekaligus transportasi.

Artinya, seseorang tidak selalu membutuhkan waktu khusus untuk berolahraga. Perjalanan menggunakan sepeda, selama dilakukan dengan aman dan sesuai kemampuan, dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik harian.

Baca juga: Konsistensi Verri Sanovri, mudik bersepeda ke Palembang sejak 2018

4. Membantu menjaga kesehatan mental

Manfaat bersepeda tidak berhenti pada tubuh. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan mental.

WHO menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan otak.

Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam perkembangan tren active mobility. Dalam policy brief yang diterbitkan WHO Regional Office for Europe pada Januari 2026, berjalan kaki dan bersepeda disebut memiliki potensi untuk mendukung kesehatan mental sekaligus kesehatan fisik dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi sebagian pesepeda, manfaat ini bisa terasa dalam bentuk yang sederhana. Bersepeda keluar rumah, melihat suasana sekitar dan bertemu orang lain bisa menjadi jeda dari rutinitas yang padat.

Apalagi jika dilakukan bersama komunitas. Aktivitas fisik kemudian tidak hanya menjadi urusan olahraga, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi.

5. Membantu mengurangi gaya hidup sedentari

Pekerjaan di depan komputer, aktivitas belajar, perjalanan menggunakan kendaraan bermotor dan waktu yang panjang di depan layar membuat banyak orang menghabiskan waktu dalam posisi duduk.

WHO memasukkan perilaku sedentari sebagai salah satu persoalan kesehatan yang berkaitan dengan berbagai dampak buruk bagi tubuh. Karena itu, meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting.

Di sinilah tren bersepeda sebagai mobilitas aktif menjadi menarik.

Seseorang dapat memilih sepeda untuk perjalanan tertentu, bukan hanya menggunakannya saat ingin berolahraga. Kebiasaan tersebut membuat aktivitas fisik lebih mudah menyatu dengan rutinitas.

WHO Indonesia melalui publikasi pada 2025 juga mendorong pembudayaan berjalan kaki dan bersepeda sebagai sarana rekreasi sekaligus transportasi. Dokumen tersebut menyoroti manfaatnya bagi individu, komunitas, lingkungan dan ekonomi.

Baca juga: Panduan aman bersepeda di jalan raya

6. Bersepeda juga memperluas pengalaman sosial

Skena sepeda saat ini menunjukkan bahwa manfaat bersepeda tidak hanya dapat dilihat dari sisi medis.

Komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan budaya bersepeda. Kegiatan gowes bersama, touring, bike ride hingga berbagai kegiatan berbasis komunitas membuat aktivitas ini menjadi ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.

Tren tersebut juga terlihat secara global. Dalam UCI Mobility & Bike City Forum 2026, berbagai pihak membahas perkembangan sepeda tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari mobilitas berkelanjutan, pariwisata, keselamatan jalan dan pengembangan kota.

Dengan kata lain, dunia sepeda kini semakin luas. Orang bisa bersepeda untuk menjaga kebugaran, pergi bekerja, berwisata, bertemu komunitas atau sekadar menikmati perjalanan.

7. Membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan

Salah satu tantangan dalam menjaga kebiasaan aktif adalah konsistensi. Aktivitas fisik akan lebih mudah menjadi rutinitas ketika seseorang menemukan bentuk kegiatan yang memang disukai.

Bersepeda memiliki banyak pilihan. Ada yang menyukai perjalanan santai, rute perkotaan, jalur menanjak, touring jarak jauh atau sekadar berkeliling lingkungan sekitar.

WHO juga menekankan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan melalui berbagai bentuk gerakan, termasuk bersepeda, dan dapat dilakukan sesuai kemampuan serta untuk kesenangan.

Pada akhirnya, manfaat bersepeda bukan hanya soal seberapa jauh seseorang mampu mengayuh.

Di tengah skena sepeda yang semakin berkembang, aktivitas dua roda ini telah bertemu dengan banyak hal, mulai dari olahraga, kesehatan mental, komunitas, transportasi hingga pariwisata.

Sepeda pun menjadi salah satu cara untuk tetap aktif tanpa harus memisahkan olahraga dari kehidupan sehari-hari. Selama dilakukan secara aman dan sesuai kemampuan, perjalanan dengan dua roda bisa menjadi kebiasaan sederhana yang memberi manfaat bagi tubuh sekaligus pikiran.

Baca juga: Apakah bersepeda bisa menurunkan berat badan? Ini faktanya

Baca juga: Bersepeda bukan cuma olahraga, kini jadi bagian gaya hidup

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |