Kemlu serukan investigasi penuh kapal terbakar berawak WNI di Hormuz

5 days ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan penyelidikan menyeluruh atas tugboat Musaffah 2 dengan awak Warga Negara Indonesia (WNI) yang meledak dan terbakar di Selat Hormuz.

“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini dan perwakilan RI sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui rekaman video di Jakarta, Minggu.

Yvonne menyampaikan bahwa pada 6 Maret, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa satu tugboat bernama Musaffah 2 berbendera UEA, yang terjadi di Selat Hormuz di antara perairan UEA dan Oman pada 6 Maret pukul 2 dini hari waktu setempat.

Kapal tersebut berawak berawak total tujuh anak buah kapal (ABK) termasuk empat WNI ABK dan berpenumpang enam teknisi termasuk satu WNI teknisi.

Saat insiden tersebut, lanjut jubir Kemlu, Musaffa 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan satu WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige.

Terkait kondisi WNI, Yvonne menjelaskan bahwa satu WNI ABK mendapat perawatan luka bakar dan sedang berada di rumah sakit kota Kazab, Oman dan satu WNI teknisi yang selamat telah berada di kota Abu Dhabi. Adapun tiga WNI ABK masih terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat.

“Saat ini, perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas tempat dan perusahaan kapal untuk proses pencarian tiga awak WNI yang hilang dan memastikan perawatan WNI ABK yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada pihak keluarga di Indonesia,” ucap Yvonne.

Menekankan bahwa Kemlu bersama otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini, Yvonne mengimbau seluruh WNI di Timur Tengah, termasuk awak WNI yang bekerja di kapal untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Juru bicara itu juga meminta WNI untuk memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat, dan segera melalukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari perwakilan RI.

Baca juga: KBRI tangani insiden ledakan kapal di Selat Hormuz, 3 WNI masih hilang

Baca juga: AS akan kawal kapal di Selat Hormuz, Iran: Kami tunggu

Baca juga: AS pertimbangkan cabut sanksi minyak Rusia

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |