Kementan dorong Pati transparan distribusi DOC demi ketahanan pangan

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong distribusi bibit ayam day old chick (DOC) di Kabupaten Pati berjalan transparan dan adil guna menjamin kepastian pasokan bagi peternak serta memperkuat ketahanan pangan nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Andi Amran Sulaiman) pemerintah hadir sebagai fasilitator dan pembina untuk memastikan tata niaga berjalan sehat, berkeadilan, dan sesuai ketentuan," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Kementerian Pertanian memfasilitasi pertemuan antara perusahaan pembibitan unggas dan peternak mandiri di Kabupaten Pati untuk memperbaiki distribusi DOC.

Forum itu sepakat memberi kepastian akses DOC bagi peternak secara lebih adil dan transparan.

Agung dan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra memimpin langsung pertemuan tersebut.

Koordinasi difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) serta Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP).

Agung menyebut pertemuan tersebut menjadi bentuk itikad baik semua pihak dalam menjaga keberlanjutan usaha perunggasan dan memberikan kepastian bagi peternak mandiri.

Ia menegaskan fokus pemerintah adalah memastikan distribusi berjalan transparan dan tepat sasaran.

"Yang terpenting bukan hanya kesepakatan di atas kertas, tetapi konsistensi pelaksanaannya di lapangan,” kata dia saat memimpin rapat koordinasi kebutuhan dan suplai DOC broiler bagi peternak mandiri di Pati.

Baca juga: Kamentan: Harga daging dan telur di Pasar Cibitung-Tambun stabil

Agung juga menekankan peran GPPU dalam menjaga kontinuitas pasokan serta tanggung jawab PPMP dalam memastikan anggotanya siap produksi dan menyerap DOC sesuai kesepakatan.

Pemerintah memastikan pengawasan distribusi diperkuat agar kesepakatan berjalan di lapangan. Peternak mandiri pun menyatakan puas karena memperoleh kepastian pasokan DOC yang mendukung keberlanjutan usaha mereka.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan hasil pertemuan agar dirasakan peternak.

“Kabupaten Pati sedang bergerak terus. Kebutuhan ayam di Pati ini sangat banyak. Dan sekiranya dalam hal ini 1.000 box DOC (1 box = 100 ekor DOC) per minggu ini dapat menyuplai peternak di Pati sehingga harapan kami harga ayam terus stabil,” kata Risma.

Sekretaris Jenderal PPMP Barry menyatakan peternak mengapresiasi fasilitasi pemerintah yang mempertemukan seluruh pihak.

"Kami dari dari PPMP menyampaikan apresiasi kepada pemerintah bahwa dengan adanya kesepakatan ini peternak bangkit,” ujar Barry.

"Kesepakatan ini menjadi gairah baru bagi peternak."

Ketua IV GPPU Asrokh Nawawi mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti kesepakatan melalui verifikasi peternak mandiri yang membutuhkan DOC.

Dalam dokumen komitmen bersama yang ditandatangani, disepakati kebutuhan DOC final stock (FS) ayam ras pedaging bagi anggota PPMP dipenuhi secara kontinu berdasarkan daftar pemesanan dan jadwal chick in minimal 1.000 box per minggu.

Kesepakatan juga memuat komitmen perusahaan pembibitan untuk melakukan inventarisasi ketersediaan DOC FS pedaging serta mengoptimalkan distribusi kepada peternak anggota PPMP mulai akhir Februari 2026.

Pemenuhan kebutuhan DOC tetap mengacu mekanisme bisnis yang berlaku tanpa bundling pakan serta berdasarkan kesepakatan para pihak.

Baca juga: Mentan: Pemuda KAMMI kunci regenerasi petani jaga swasembada

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |