Kemensos undang pegiat literasi-aktivis "open house" Sekolah Rakyat

4 days ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mengundang para pegiat pendidikan, tokoh nasional, hingga aktivis non-pemerintah untuk menghadiri kegiatan gelar griya atau Open House Sekolah Rakyat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli dan Agustus mendatang.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk melihat dan mengetahui lebih dekat proses pembelajaran di lingkungan Sekolah Rakyat.

"Kami mengundang para tokoh nasional maupun daerah, aktivis non-pemerintah, pegiat pendidikan, pemuda, hingga tokoh perempuan untuk melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat," kata dia.

Baca juga: Mensos: Sekolah Rakyat terdampak jika tambahan anggaran tak disetujui

Saifullah menjelaskan bahwa pelaksanaan open house ini bertepatan dengan dimulainya kalender pembelajaran baru tahun ajaran 2026/2027 yang menandai fase krusial dalam perkembangan program pendidikan bagi keluarga prasejahtera tersebut.

Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak 93 titik Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia terkonfirmasi akan mulai bermigrasi dan menggunakan fasilitas sarana gedung permanen setelah sebelumnya beroperasi di sekolah rintisan memanfaatkan bangunan milik UPT Kementerian Sosial maupun fasilitas pemerintah daerah.

Guna memastikan kelancaran masa transisi kepindahan siswa lama sekaligus penerimaan siswa baru tersebut, Kemensos mengintensifkan koordinasi dan optimasi bersama jajaran Sekretaris Daerah, Dinas Sosial, serta Dinas Pekerjaan Umum di tingkat daerah.

"Berdasarkan hasil evaluasi selama 11 bulan program ini berjalan, kami mencatat para siswa menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kebugaran, kedisiplinan, tingkat kepercayaan diri, serta raihan prestasi di bidang sains, bahasa, olahraga, dan seni," kata Saifullah yang didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo itu.

Dia menambahkan bahwa selain capaian akademik, intervensi pola pengasuhan di Sekolah Rakyat juga dilaporkan berdampak positif terhadap pembentukan karakter, kedewasaan sikap, hingga peningkatan kedisiplinan ibadah anak saat kembali ke lingkungan keluarga.

Baca juga: Mensos ajak masyarakat lihat gambaran utuh Sekolah Rakyat

Baca juga: Mensos: Tidak boleh ada titipan dalam penentuan siswa sekolah rakyat

Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Sosial memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem pendukung Sekolah Rakyat, mulai dari arahan langsung Presiden RI hingga jajaran kementerian teknis terkait.

Kementerian Sosial berharap integrasi kemitraan lintas sektor antara pemerintah pusat, otoritas daerah, dan elemen masyarakat dapat semakin kuat guna mengakselerasi perluasan daya tampung serta mutu pembelajaran Sekolah Rakyat di masa depan mengingat kuota siswa yang ditargetkan terus bertambah setiap tahunnya.

"Tahun ini targetnya ada 32 ribu siswa dan tahun 2027 sudah 100.000 lebih siswa Sekolah Rakyat seiring ketersediaan fasilitas yang sudah mumpuni," kata Saifullah.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |