Kemensos siapkan bantuan dan "safe house" bagi korban karhutla

1 week ago 20
Setelah itu kami lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, kami mendirikan safe house

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan penyaluran bantuan kebutuhan dasar dan layanan psikososial bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan menggunakan data tunggal untuk mengidentifikasi keluarga terdampak dan memetakan kebutuhan.

“Datanya sama dan kami bisa mengidentifikasi keluarga terdampak. Setelah itu kami lakukan beberapa penanganan di lapangan. Pertama, tentu memberikan dukungan logistik, tempat pengungsian sementara atau khusus misalnya, kami mendirikan safe house,” kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.

Berdasarkan hasil asesmen dan identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah, Kemensos menyalurkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak.

Untuk mempercepat distribusi, Gus Ipul sapaan Mensos Saifullah Yusuf mengatakan pihaknya mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan relawan ke lokasi terdampak. Mereka membantu penyaluran bantuan masyarakat di lapangan.

Baca juga: Kemensos siapkan "safe house" untuk korban asap karhutla

“Yang sudah kamia salurkan diantaranya makanan siap saji, tenda-tenda perlengkapan keluarga, serta kami menurunkan SDM, Tagana, dan relawan, yang bersama Kemensos melakukan distribusi cepat terhadap bantuan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul

Safe house digunakan sebagai tempat perlindungan aman sementara bagi masyarakat terdampak karhutla. Keluarga yang berada di safe house juga mendapatkan layanan bantuan dasar.

“Kita juga memberikan layanan psikososial bersama dengan Kemenkes berupa layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak,” kata Gus Ipul.

Untuk mendukung respons cepat bencana di berbagai wilayah, Kemensos mengoptimalkan fungsi 31 lokasi shelter yang tersebar di 16 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Baca juga: Pemerintah tambah "Safe House" untuk korban kabut asap

Keberadaan shelter tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari kesiapan Kemensos dalam memberikan tempat evakuasi aman, pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan psikososial serta lokasi koordinasi-informasi.

“Soal tempat logistik atau lokasi shelter Kemensos berada di 16 provinsi, 31 lokasi shelter, dari Aceh sampai Papua. Inilah kira-kira dukungan Kemensos, kami siap bekerja sama di bawah arahan Pak Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan). Di lapangan kami di bawah koordinasi BNPB,” kata Gus Ipul.

Penanganan bencana kolaboratif melibatkan TNI, kepolisian, Tagana, dan relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dan layanan bagi keluarga terdampak dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pada prinsipnya, kami akan memberikan bantuan sesuai dengan tugas dan fungsi Kemensos untuk semua keluarga terdampak, (kolaborasi) beserta dengan kementerian-kementerian yang lain,” ujar Gus Ipul.

Baca juga: 1.502 personel satgas Karhutla antisipasi kebakaran hutan dan lahan

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |