Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial memperluas jangkauan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) hingga wilayah kepulauan terluar di Pulau Panggang, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, dengan menyalurkan bantuan bagi 62 lanjut usia.
Kepala Sentra Handayani Kementerian Sosial Hisyam Cholil dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan perluasan layanan tersebut, upaya pemerintah memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perlindungan sosial meskipun berada di wilayah terpencil.
"Atensi bukan sekadar bantuan, tapi investasi untuk kemandirian lansia. Di Pulau Panggang ini, kita tanam benih usaha yang akan tumbuh subur, membawa kemakmuran bagi pulau-pulau terluar kita. Bersama, kita wujudkan sosial yang inklusif," kata dia.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada 11-12 Maret 2026 kepada lansia penerima manfaat yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar maupun penguatan kemandirian.
Baca juga: Kemensos petakan kebutuhan 62 lansia di Kepulauan Seribu
Bantuan yang diberikan melalui program Atensi itu meliputi alat bantu bagi lansia, dukungan kewirausahaan, serta bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak termasuk kebutuhan dasar pangan.
Dia menjelaskan kehadiran program Atensi di wilayah kepulauan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan sosial yang merata bagi seluruh masyarakat.
Ia menambahkan pendekatan layanan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga pada penguatan kemandirian lansia agar tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif.
Kementerian Sosial berharap program Atensi dapat terus menjangkau masyarakat rentan di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan akses layanan sosial.
Baca juga: Kemensos salurkan bantuan untuk 305 lansia dan disabilitas di Lampung
Baca juga: Kemensos beri bantuan Atensi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Serang
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































