Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyinkronkan Manajemen Talenta Nasional (MTN) bidang olahraga dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk membangun jalur pembinaan berjenjang dari tingkat pelajar hingga atlet elite.
"Ada beberapa pola yang harus kita sinkronisasi, yaitu pola pembinaan, pola kompetisi, pola peningkatan mutu tenaga keolahragaan, sarana prasarana, hingga sport science dan data," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono dalam Road to Talent Fest 2026 Bidang Olahraga di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Jakarta, Kamis.
Pada jenjang sekolah, pembinaan dan kompetisi akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sedangkan program di perguruan tinggi akan melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
"Kompetisi tingkat pelajar, baik SD, SMP, SMA nanti kami dorong juga sinkronisasi dengan Kemendikdasmen. Khusus untuk liga-liga mahasiswa nanti kami dorong dengan Kemendiktisaintek," ujar Surono.
Kemenpora juga berusaha meningkatkan kualitas tenaga keolahragaan melalui pelatihan dan sertifikasi serta menggandeng perguruan tinggi dalam mengembangkan sport science.
Selain itu, integrasi data atlet, pelatih, wasit, dan tenaga keolahragaan menjadi bagian dari sistem yang disiapkan untuk mendukung pembinaan dan pemetaan talenta.
Baca juga: Kemenpora: Prestasi cabang olahraga mandiri tentukan dukungan ke depan
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra mengatakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu meningkatkan kualitas sistem pendukung prestasi atlet.
"Ternyata tidak hanya talenta yang harus dikuatkan, tapi juga supporting system-nya. Salah satunya dari gizi atlet, bagaimana suplemen dan makanannya. Kemudian peralatan olahraga dan strateginya juga akan masuk di sains dan teknologi menggunakan AI dan sebagainya," kata Edy.
Menurut dia, BRIN dapat berkontribusi melalui riset pada aspek nutrisi, peralatan, hingga pemanfaatan teknologi dalam menunjang latihan dan strategi atlet.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan MTN mencakup tiga bidang, yakni olahraga, seni budaya, serta riset dan inovasi.
"Tujuannya adalah kami melakukan manajemen mulai dari pembibitan supaya nanti menghasilkan talenta-talenta yang unggul, yang tidak saja berprestasi di tingkat nasional, tapi juga di internasional di tiga bidang tadi," ujar Pungkas.
MTN adalah bagian dari upaya pembangunan talenta menuju Indonesia Emas 2045 dengan pembibitan dan pengembangan talenta dilakukan secara berkelanjutan pada tiga bidang tersebut.
Baca juga: Kemenpora perketat pengawasan anggaran pelatnas bersama BPKP
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































