Kemenperin pacu daya saing industri lewat sertifikasi terintegrasi

1 month ago 13

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu daya saing industri nasional melalui penguatan layanan sertifikasi yang terintegrasi, sebagai bagian dari implementasi Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) guna mendorong industri yang lebih kompetitif.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, menyatakan penguatan industri nasional harus diiringi dengan peningkatan kualitas produk, serta penguatan pasar domestik.

Menurutnya, layanan sertifikasi terintegrasi ini selaras dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat hilirisasi dan industrialisasi berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

"Pemerintah terus mendorong penguatan struktur industri nasional melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk peningkatan standardisasi dan sertifikasi produk industri. Langkah ini penting agar produk industri dalam negeri semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun global," ujar Menperin.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari menekankan peran strategis seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam mendukung implementasi SBIN.

"Seluruh UPT terus didorong untuk meningkatkan inovasi, kualitas layanan, serta optimalisasi jasa industri. Upaya ini bertujuan agar kontribusi terhadap penguatan industri nasional semakin nyata dan memberikan dampak luas bagi peningkatan kapasitas produksi serta keberlanjutan industri di dalam negeri," kata Emmy.

Salah satu UPT yang aktif mendukung peningkatan daya saing tersebut adalah Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang.

Lembaga ini mengoptimalkan layanan sertifikasi terintegrasi jasa industri untuk membantu pelaku usaha memenuhi standar mutu, efisiensi produksi, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

BBSPJPPI Semarang menyediakan berbagai layanan, mulai dari pengujian, kalibrasi, sertifikasi produk, sertifikasi sistem manajemen ISO 9001 dan ISO 14001, sertifikasi industri hijau, verifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), hingga konsultansi dan pendampingan teknis industri.

Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan halal, audit Continuous Emission Monitoring System (CEMS), serta penyediaan Adaptive Monitoring Systems (AiMS).

Dalam rangka meningkatkan pelayanan sekaligus edukasi kepada pelaku industri, BBSPJPPI menggelar webinar bertajuk Sosialisasi Tata Cara Penggunaan SIINAS untuk Proses Sertifikasi dan Kebijakan Pengaturan Permen Wajib Minyak Goreng Sawit, Pupuk, dan Garam Konsumsi Beryodium pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini diikuti pelaku industri dari sektor minyak goreng sawit, pupuk NPK padat, dan garam konsumsi beryodium.

Webinar tersebut menjadi langkah proaktif menyambut penerapan sejumlah regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2025, Nomor 11 Tahun 2025, dan Nomor 16 Tahun 2025 yang mewajibkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada komoditas terkait.

Ketiga regulasi ini mengharuskan proses sertifikasi dilakukan secara terdigitalisasi dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Platform ini menjadi pusat pengelolaan data industri sehingga proses sertifikasi dapat berlangsung lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Kepala Pusat Perumusan, Penerapan, dan Pemberlakuan Standardisasi Industri (P4SI) Kemenperin Tri Ligayanti menyebut sosialisasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku industri.

"Melalui webinar ini diharapkan para pelaku industri dapat memahami secara menyeluruh tata cara permohonan sertifikasi melalui SIINas. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat berjalan lebih cepat dan tidak terkendala oleh hambatan administratif," ungkap Tri.

Melalui penguatan layanan standardisasi dan sertifikasi yang terintegrasi, Kemenperin optimistis kualitas produk industri nasional akan terus meningkat sekaligus memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di pasar global.

Baca juga: Menperin tekankan 2026 jadi momen pacu program industrialisasi

Baca juga: Menperin tekankan industri pengolahan mendominasi ekonomi RI di 2025

Baca juga: Menperin tekankan WEF momen RI perkuat posisi di rantai pasok dunia

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |