Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata memperkuat kemampuan storytelling pelaku wisata di Belitung dan Labuan Bajo sebagai upaya memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pariwisata tidak hanya menawarkan keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman yang lahir dari cerita, identitas, dan karakter khas suatu daerah. Karena itu, storytelling menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya tarik sekaligus membangun keterikatan emosional wisatawan dengan destinasi," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini M. Paham dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Martini mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan melalui penguatan kemampuan pelaku wisata dalam menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan.
Baca juga: Keamanan berwisata dijadikan sebagai fondasi pariwisata berkualitas
Menurutnya, kemampuan bercerita atau storytelling memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing destinasi di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin dinamis.
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari di masing-masing lokasi, yakni pada 21–22 Mei 2026 di Belitung dan 3–4 Juni 2026 di Labuan Bajo. Kegiatan ini diikuti oleh pemandu wisata, pengelola destinasi dan desa wisata, serta pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata daerah.
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan untuk menggali, mengembangkan, dan menyampaikan narasi destinasi maupun produk wisata secara lebih menarik, autentik, dan bernilai tambah.
Baca juga: Pemerintah keluarkan panduan profesi kepariwisataan
Materi pelatihan juga menekankan pentingnya membangun cerita yang mampu mencerminkan keunikan daerah sekaligus relevan dengan kebutuhan wisatawan masa kini.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi kelompok, permainan edukatif, serta praktik langsung yang memungkinkan peserta mengasah kemampuan komunikasi dan penyusunan narasi destinasi secara kreatif.
Di Labuan Bajo, penguatan kemampuan storytelling menjadi semakin relevan seiring berkembangnya ragam produk wisata yang tidak hanya bertumpu pada wisata bahari dan kawasan Komodo.
Baca juga: Kemenpar gelar pelatihan untuk perkuat kapasitas ASN
Berbagai potensi wisata darat, desa wisata, budaya lokal, ekonomi kreatif, hingga produk unggulan masyarakat kini menjadi bagian penting dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Sementara di Belitung, pengembangan narasi destinasi diarahkan untuk memperkaya pengalaman wisata melalui pengangkatan kekayaan budaya, sejarah pertambangan timah, kehidupan masyarakat lokal, serta warisan geologi yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Belitung.
Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar Ika Kusuma Permana Sari menjelaskan penguatan kapasitas pelaku pariwisata saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan, tetapi juga kemampuan mengemas potensi daerah menjadi cerita yang mampu menarik minat wisatawan.
Baca juga: Poltekpar Makassar gandeng Headway tingkatkan SDM pariwisata
“Peserta dibekali keterampilan untuk menggali, menyusun, dan menyampaikan narasi destinasi maupun produk wisata secara autentik, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan tren wisata, termasuk pemanfaatannya melalui berbagai platform digital,” kata Ika.
Menurutnya, kemampuan menyampaikan cerita yang kuat akan membantu wisatawan memahami nilai budaya, sejarah, dan keunikan suatu destinasi secara lebih mendalam.
“Melalui penguatan kapasitas ini, kami mendorong pelaku pariwisata agar mampu menghidupkan potensi wisata, budaya, dan produk lokal melalui narasi yang menarik. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisatawan, meningkatkan kualitas kunjungan, sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan di destinasi,” katanya.
Baca juga: Wamenpar minta SDM di sektor pariwisata ikuti perkembangan teknologi
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































