Samarinda (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur (Kemenhaj Kaltim) meningkatkan kualitas layanan fasilitas calon jamaah haji di Embarkasi Balikpapan.
"Embarkasi Balikpapan telah merampungkan pembenahan akomodasi secara menyeluruh, termasuk asrama haji di gedung Zamzam, Bir Ali, dan Jabal Uhud," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim Mohlis Hasan di Samarinda, Minggu.
Peningkatan kualitas akomodasi tersebut merupakan upaya memberikan kenyamanan maksimal kepada seluruh jamaah. Kanwil Kemenhaj juga telah menggandeng tim medis daerah guna menjamin standar kelayakan asrama secara ketat.
Pengecekan standar kesehatan ini mencakup peninjauan langsung pada kualitas air minum serta kelayakan dapur.
Selain fasilitas, Mohlis mengimbau seluruh calon jamaah agar senantiasa menjaga gaya hidup sehat.
"Setiap jamaah diwajibkan rutin mengikuti anjuran dokter serta disiplin menyiapkan persediaan obat-obatan pribadi," kata dia.
Baca juga: Kemenhaj: 45 klinik kesehatan di Makkah-Madinah siap layani haji 2026
Penguasaan terhadap ilmu manasik haji juga harus terus diperdalam oleh para jemaah secara mandiri.
Pemahaman teknis ibadah yang komprehensif sangat menentukan kelancaran seluruh rangkaian ibadah di tanah suci. Pihaknya turut meminta jamaah mengubah pola pikir mengenai tujuan utama keberangkatan mereka.
"Perjalanan suci menuju Makkah ini murni demi ibadah, bukan sekadar untuk wisata maupun berdagang," pesan dia.
Oleh karena itu, para peserta dilarang keras membawa barang bawaan pakaian yang terlalu berlebihan.
Sementara Inspektur Jenderal Kemenhaj Dendi Suryadi memastikan bahwa tahapan masa transisi kementerian tetap menjaga kualitas layanan.
"Kami memfokuskan fungsi pengawasan guna menjamin seluruh tahapan penyelenggaraan berjalan selaras mengikuti regulasi pusat," kata dia.
Baca juga: Kemenhaj: Manasik haji tekankan komitmen ramah Lansia
Dendi menambahkan, sistem tata kelola kementerian yang baru ini sengaja didesain agar prosesnya berjalan lebih transparan.
Penerapan asas akuntabilitas menjadi prioritas negara demi mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji nasional yang bersih.
"Kesiapan operasional sistemik dari pusat tersebut berdampak nyata terhadap kelancaran proses koordinasi lapangan daerah," ucapnya.
Dendi menambahkan bahwa sinergi pengawasan dari pusat dan kesiapan daerah menjadi syarat mutlak bagi kelancaran ibadah haji.
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 603 orang untuk keberangkatan tahun 2026 sehingga total peserta haji yang akan diberangkatkan mencapai 3.189 orang.
Untuk Embarkasi Balikpapan secara keseluruhan melayani total 17 kloter yang mencakup gabungan jamaah dari Kaltim, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.
Baca juga: Kemenhaj dan KJRI ingatkan masyarakat waspadai modus haji ilegal
Baca juga: Kemenhaj perkuat kolaborasi untuk cegah praktik haji ilegal
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































