Kemenekraf dorong keraton jadi penggerak ekonomi kreatif basis budaya

1 week ago 8
kekayaan budaya yang dimiliki keraton dan masyarakat adat memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong keraton dan masyarakat adat tidak hanya menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya, tetapi juga berkembang menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki keraton dan masyarakat adat memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif.

“Kementerian Ekraf melihat keraton dan masyarakat adat sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif. Pelestarian budaya perlu berjalan berdampingan dengan inovasi agar nilai-nilai tradisi tetap hidup, sekaligus dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia,​​​​​​ pengembangan potensi tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas subsektor, mulai dari seni pertunjukan, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur, desain hingga kuliner.

Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA). Festival tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya keraton dan masyarakat adat Indonesia sekaligus membuka jejaring ekonomi kreatif dengan kawasan ASEAN.

Baca juga: Menekraf: Tenun harus ditampilkan agar nilai ekonominya berkembang

Baca juga: Menekraf: Teknologi "blockchain" perkuat nilai ekonomi IP pelaku ekraf

Ketua Umum Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN) sekaligus Raja Turikale VIII Maros, AA Mapparessa mengatakan potensi keraton dapat dikembangkan menjadi model pariwisata dan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia mencontohkan program wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan yang pernah diinisiasi FSKN. Program tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal pengembangan model pariwisata berbasis keraton yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

“Kami ingin mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi keraton, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif,” kata AA Mapparessa.

Menurut dia, momentum lima abad Jakarta juga dapat dimanfaatkan untuk mengangkat potensi budaya dan keraton sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di pusat kegiatan nasional.

Kemenekraf selanjutnya akan melihat peluang sinergi FKMA dengan berbagai program pengembangan subsektor kreatif yang relevan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi mampu menciptakan produk, pengalaman wisata, serta aktivitas kreatif bernilai ekonomi.

Dengan demikian, keraton dan masyarakat adat dapat berperan sebagai sumber inspirasi sekaligus bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif, sehingga kekayaan budaya Nusantara dapat terus hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Menteri Ekraf: Film internasional diproduksi di RI berdampak positif

Baca juga: Menekraf: Inovasi kuliner-penerbitan buka nilai tambah ekraf baru

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |