Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengirimkan donasi via Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) untuk para korban terdampak bencana hidrometeorologi yang sedang melanda sebagian wilayah Indonesia.
Dalam acara "Run to Hero: Berlari untuk Keluarga dan Gizi Anak Indonesia", Kemendukbangga/BKKBN berkolaborasi bersama Kita Bisa menyalurkan donasi kepada para pengungsi yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
"Dari Kemendukbangga/BKKBN hari ini, Run to Hero, juga sebagiannya nanti akan didonasikan untuk Genting, terutama di provinsi-provinsi yang terdampak," kata Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Jakarta, Minggu.
Isyana juga menyampaikan duka mendalam kepada para korban dan berharap agar bantuan segera sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Menteri LH terjunkan tim kaji bencana banjir bandang di Sumatera
"Kita semua mendoakan agar warga yang terdampak dapat diberikan kekuatan, keselamatan, dan dipulihkan segera. Kita berdoa juga agar upaya penanganan dan bantuan dapat berjalan lancar, serta masyarakat dapat kembali bangkit dalam waktu dekat," ujar dia.
Bantuan sebesar Rp50 juta dari pelari Run to Hero dan donatur di Kita Bisa akan disalurkan untuk gizi dan kesehatan anak Indonesia, yang sebagiannya juga akan diberikan kepada para korban bencana.
Isyana juga mengapresiasi para kader Kemendukbangga/BKKBN yang turut membantu korban banjir di Sumatera serta tetap bekerja dengan optimal meski sedang dilanda bencana.
"Kami juga ingin memberikan apresiasi kepada kader-kader kami di lapangan, di daerah-daerah pada saat banjir terjadi, karena sebagian dari mereka tentu saja juga terus melakukan pekerjaannya, termasuk dengan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD ke rumah-rumah," ujarnya.
Baca juga: BP BUMN minta 3 Polda di Sumatera usut pembalakan liar pemicu banjir
Menurut dia, upaya para kader untuk tetap menerjang hujan dan badai di tengah keterbatasan perlu diapresiasi karena merekalah pahlawan yang tetap mengabdi kepada masyarakat tanpa pamrih.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana hidrometeorologi terjadi di beberapa provinsi pada akhir tahun 2025, mulai dari banjir di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah, hingga yang menimbulkan banyak korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BNPB melaporkan setidaknya sampai Jumat (28/11) ada 116 korban yang meninggal dalam bencana di Sumatera Utara (Sumut), dan sebanyak 42 orang masih dalam pencarian. Data tersebut menjadikan Sumut sebagai daerah dengan korban terbanyak dibandingkan Aceh dan Sumatera Barat.
Selain bantuan kebutuhan dasar, BNPB juga melakukan pemulihan akses komunikasi dengan mendistribusikan unit satelit internet Starlink ke daerah terdampak, antara lain Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan, agar koordinasi penanganan tanggap darurat dapat berjalan optimal.
BNPB memastikan seluruh dukungan logistik, peralatan, serta kebutuhan permakanan terus dikirimkan melalui berbagai moda, baik darat, laut maupun udara, mengikuti kondisi lapangan yang masih dinamis.
Baca juga: Otoritas Malaysia konfirmasi satu warganya hilang di Sumatera Barat
Baca juga: Wamendukbangga apresiasi kader turut bantu korban banjir di Sumatera
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































