Kemendikdasmen salurkan bantuan, dukung kegiatan belajar pasca-bencana

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendidakdasmen) menyalurkan dana tanggap darurat tahap awal sekitar Rp4 miliar untuk mendukung kegiatan belajar pasca-bencana di Sumatera maupun di Jawa.

“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu malam.

Sebagai langkah tanggap darurat, kata dia, Kemendikdasmen sudah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak serta mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp4 miliar.

Di samping itu pihaknya juga merespons cepat kejadian ini dengan menggalang dana bantuan, serta melakukan mitigasi dan pemetaan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap dapat berjalan.

Baca juga: Polda Aceh siapkan akses internet di lokasi bencana

Pada kesempatan berbeda Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti menyampaikan pihaknya juga sedang melakukan pendataan barang-barang yang dibutuhkan.

“Kami menunggu info datanya, jika sudah, ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ujarnya

Adapun persediaan bantuan Kemendikdasmen dalam situasi darurat pemulihan ialah tenda ruang kelas darurat yang terdiri atas 126 unit Tenda Ruang Kelas Darurat.

Bantuan untuk situasi darurat pemulihan lainnya ialah 120 paket perlengkapan belajar siswa (school kit).

Tak hanya itu, lanjutnya, Kemendikdasmen juga menyalurkan uang/ pendanaan berupa Bantuan Peningkatan Mutu Pembelajaran senilai@ Rp25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan bantuan operasional SPAB sebanyak 20 Paket.

Kemendikdasmen juga memberikan dukungan psikososial yaitu dua paket bantuan senilai @Rp50jt/paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak.

Baca juga: MUI siapkan paket bantuan bagi korban bencana di Sumatera dan Semeru

Terakhir pihaknya juga menyalurkan buku teks dan non-teks dengan rincian sebanyak 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku non-teks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan non teks akan dilakukan pengadaan.

“Kemendikdasmen juga siap memprioritaskan program revitalisasi tahun 2026 untuk daerah terdampak bencana,” kata Suharti.

Sebagai informasi merujuk data Kemendikdasmen per Minggu (30/11), satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, di Provinsi Sumatera Utara berjumlah 385, dan Provinsi Sumatera Barat berjumlah 314 dengan total keseluruhan adalah 1.009.

Adapun rinciannya untuk Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB.

Kemudian, rincian untuk Provinsi Sumatera Utara yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB. Sementara untuk Provinsi Sumbar, ia menyebutkan rinciannya sebagai berikut sebanyak 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.

Baca juga: Hoaks, isu 400 orang meninggal akibat bencana Aceh

Baca juga: Polda Sumut gunakan heli kirim logistik di desa terisolir terdampak

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |