Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru vokasi jawab dunia kerja

1 week ago 14
...Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari bahwa kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 guna meningkatkan kualitas SDM pendidikan vokasi sehingga selaras dengan kebutuhan industri.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat dalam rilis yang disiarkan di Jakarta pada Selasa menekankan peningkatan keahlian atau upskilling bagi para guru vokasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

“Perkembangan teknologi jika tidak disikapi secara cermat oleh kita, khususnya guru-guru di SMK, maka nanti lulusan kita tidak siap untuk bekerja, karena teknologinya sudah melampaui, ini tantangannya,” kata Atip.

Peningkatan kompetensi ini, kata dia, tidak lepas dari fenomena inovasi teknologi yang dapat menggantikan teknologi sebelumnya dalam waktu singkat.

Menurutnya, teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berkembang luar biasa cepat sehingga guru dituntut untuk cermat merespons perubahan tersebut agar lulusan SMK siap bekerja sesuai kebutuhan industri yang melampaui teknologi konvensional.

Baca juga: Mendikdasmen: Transformasi pendidikan dimulai dari pendekatan belajar

“Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari bahwa kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun. Mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa,” kata Atip.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi-Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI) Baharudin menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional terkait teknis kejuruan sesuai dengan bidang masing-masing, penguatan pedagogi, perubahan pola pikir (mindset), serta penguatan aspek kepemimpinan dan kewirausahaan, juga membiaskan guru dengan iklim dan budaya di dunia kerja.

“Harapannya, dari kegiatan ini nanti seluruh peserta memahami materi pelatihan, kemudian mengimplementasikan dan mampu mengimbaskan hasilnya kepada guru-guru dan murid,” kata Baharudin.

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah memberikan apresiasi sekaligus mendorong adanya terobosan teknologi rekayasa di SMK, seperti mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku furnitur sekolah.

Inovasi ini, kata dia, diharapkan dapat memperkuat pengakuan publik terhadap keberadaan SMK melalui penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle).

“Tidak menutup kemungkinan BMTI juga melakukan rekayasa, misalnya pembuatan pelelehan terhadap sampah plastik untuk dijadikan balok-balok yang menjadi bahan baku untuk bangku sekolah, bangku kafe, ataupun bangku kepala sekolah seluruh Indonesia. Itu menjadi ide yang bagus,” kata Ferdiansyah.

Sebagai mitra Kemendikdasmen, ia menegaskan Komisi X siap mendukung inisiatif pendidikan vokasi yang mampu menjawab permasalahan bangsa saat ini.

Baca juga: Pendidikan vokasi jadi kunci siapkan SDM industri transportasi

Baca juga: Kemendikdasmen: Kompetensi kurikulum SMK beri peluang karier robotik

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |