Kemendikdasmen dan Pemprov Kaltim luncurkan gerakan sekolah ASRI

5 hours ago 5

Balikpapan (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluncurkan Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) guna membangun kecerdasan ekologis generasi muda di tengah tantangan perubahan iklim.

Peluncuran sekolah ASRI tersebut dirangkai dengan aksi penanaman mangrove yang digelar di SMA Negeri 8 Balikpapan, Kaltim, Jumat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penanaman mangrove di kawasan pesisir bukan sekadar agenda seremonial belaka. Tumbuhan pesisir ini memegang peran krusial dalam menjaga keberlangsungan ekosistem laut, mencegah abrasi, serta menjadi bagian dari solusi global menghadapi krisis energi.

"Indonesia harus mulai menyiapkan energi terbarukan dan membangun budaya hidup ramah lingkungan sejak dini," ujar Abdul Mu'ti di sela-sela aksi penanaman pohon tersebut.

Pada acara yang bertepatan dengan perayaan Milad ke-109 Aisyiyah tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan pentingnya mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam sistem pendidikan.

Menurutnya, sekolah wajib menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter siswa yang sensitif terhadap isu bumi.

"Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi ruang membangun kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial,” jelas Rudy Mas’ud.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan kepedulian lingkungan agar lahir generasi yang bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy Mas’ud juga memaparkan data ilmiah mengenai efektivitas mangrove. Satu hektare lahan mangrove, kata dia, mampu menyerap dan menyimpan hingga 1.000 ton karbon.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasinya. Ia menilai kebiasaan positif yang dipupuk di lingkungan sekolah akan menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat yang berkelanjutan di masa depan.

"Kebiasaan menanam, merawat lingkungan, menjaga kebersihan, dan berbuat baik merupakan investasi jangka panjang untuk menentukan karakter bangsa," kata Hetifah.

Gerakan Sekolah ASRI ini diproyeksikan tidak hanya fokus pada penghijauan area sekolah. Siswa juga didorong untuk menerapkan gaya hidup hijau, seperti membatasi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola dan memilah sampah domestik, serta menghemat penggunaan air bersih.

Pewarta: Arumanto
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |