Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi kembali meraih penghargaan Nusantara TV untuk kategori Penggerak Revitalisasi Budaya Pangan Lokal Nusantara.
Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Kementerian Kebudayaan dalam mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di tengah tantangan global terhadap keragaman pola konsumsi pangan, Kementerian Kebudayaan tidak sekadar berbicara tentang pelestarian tradisi, tetapi mengubahnya menjadi gerakan kedaulatan pangan berbasis kearifan lokal. Pangan memiliki keterkaitan erat dengan nilai budaya dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat,” ujar Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Kemenbud bangun siswa berbudaya lewat Gerakan Seniman Masuk Sekolah
Ia menegaskan bahwa kementeriannya akan terus mendukung program MBG. Komitmen tersebut, kata dia, selaras dengan amanat UUD 1945 Pasal 32 terkait pemajuan kebudayaan nasional dan jaminan kebebasan masyarakat.
Atas apresiasi tersebut, Kementerian Kebudayaan menyampaikan rasa syukur karena program yang dijalankan mendapat perhatian publik dan media. Lembaga itu akan terus memperkuat Gerakan Pangan Lokal Nusantara (GPLN) agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat adat.
Restu menjelaskan, program GPLN antara lain bertujuan mengangkat nilai budaya dari pangan lokal. Melalui program itu, Kementerian Kebudayaan menghidupkan kembali kearifan lokal dalam ragam sumber pangan tradisional seperti sagu, jagung, kacang-kacangan, dan umbi-umbian.
Baca juga: Balai Kebudayaan Lampung diharapkan mengakselerasi pemajuan budaya
“Pangan ini bukan sekadar bahan makan, tetapi simbol kebersamaan, ketahanan, dan keberagaman Indonesia. Gerakan ini menegaskan bahwa pangan lokal adalah bagian dari kebudayaan nasional — warisan yang menyehatkan, memberdayakan, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem pangan Nusantara,” katanya.
Seperti diketahui, Kementerian Kebudayaan, melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, meluncurkan program Gerakan Pangan Lokal Nusantara (GPLN). Program strategis itu diyakini untuk mengangkat kembali ragam sistem pangan nusantara yang memadukan budaya lokal, ketahanan pangan, dan identitas nasional.
Baca juga: Kemenbud tegaskan program MTN juga mendukung pengembangan penulis
Baca juga: Kemenbud ungkap kebanggaan Indonesia jadi bahasa resmi sidang UNESCO
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































