Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Muhammad Adib Abdushomad mengusulkan pemanfaatan Youth Harmony Program yang digagas oleh kementerian tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan China.
“Di tengah situasi geopolitik yang sedang tidak baik-baik saja, saya kira Gen Z, anak-anak muda ini harus kita jadikan mereka sebagai ambasador (duta) untuk perdamaian dan kerukunan,” ujar Muhammad Adib Abdushomad saat ditemui usai peluncuran inisiatif Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) di Jakarta, Selasa.
Youth Harmony merupakan program penguatan kapasitas pemuda yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman terhadap kerukunan beragama, penggunaan teknologi informasi terkait keagamaan, serta kolaborasi positif lintas iman.
Sementara Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) merupakan platform kolaborasi antarmasyarakat Indonesia dan China, baik di kalangan pemuda, pelajar, akademisi, hingga pelaku bisnis yang diinisiasi oleh lembaga riset Sino-Nusantara Institute.
Adib menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik peluncuran inisiatif tersebut dan berharap IFSRC dapat memperkuat interaksi antarmasyarakat (people-to-people connection) Indonesia dan China yang berdampak pada penguatan perdamaian dunia dan kerukunan sosial.
Ia menilai perdamaian dan kerukunan merupakan modal penting yang dapat mendukung kelancaran pembangunan nasional maupun pengembangan berbagai inisiatif global.
“Kerukunan dan perdamaian itu investasi yang sangat mahal ya. Tidak ada kerukunan dan perdamaian, tidak bisa membangun. Makanya, saya kira (inisiatif IFSRC) ini penting sekali,” katanya.
Menurut Adib, banyak yang seringkali menganggap perdamaian dan kerukunan adalah hal yang sudah semestinya terjadi, padahal keduanya harus secara aktif dijaga serta diperjuangkan.
“Jadi, kita harus memperbanyak duta-duta kerukunan, duta-duta perdamaian bagi seluruh alam, seluruh dunia ini,” ucapnya.
Adib pun mengajak Sino-Nusantara Institute untuk berkolaborasi mengoptimalkan berbagai aktivitas dalam lingkup Youth Harmony Program, seperti Harmony Talks, Harmony Class, dan Tunas Harmoni, untuk meningkatkan interaksi antarmasyarakat Indonesia dan China sekaligus mendorong lahirnya duta-duta perdamaian global, terutama di kalangan pemuda.
Ia menyebut hubungan antarmasyarakat sangat penting bagi generasi muda sehingga kementerian akan memperkuat dampak dari IFSRC.
“Kalau dari Kementerian Agama, sudah saya tawarkan (untuk melakukan kolaborasi dengan) Youth Harmony Program,” imbuhnya.
Baca juga: PKUB laporkan kinerja kerukunan umat beragama meningkat pada 2025
Baca juga: Sekjen Kemenag: Indonesia jadi rujukan praktik kerukunan di BRICS
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































