Kemenag mulai siapkan ribuan masjid jadi tempat transit pemudik

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama mulai menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik pada Lebaran 2026 yang direncanakan bakal berlangsung H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah, karena kalau sopirnya ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan bisa terjadi,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Senin.

Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini bertajuk Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

Untuk mematangkan hal tersebut, Menag mengatakan koordinasi internal juga dilakukan dalam rangka kesiapan masjid dari tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

"Masjid diharapkan dapat menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya,” kata dia.

Baca juga: Menag dorong masjid jadi ruang aman bagi pemudik

Menag berharap masjid juga dapat menyediakan takjil yang ditujukan bagi para pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadhan.

Penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, terutama di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera, yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi.

Oleh karena itu, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

“Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu,” kata Menag.

Tidak hanya masjid, untuk melayani pemudik pun melibatkan rumah ibadah lain di sejumlah daerah, termasuk gereja, di wilayah Sumatera Utara dan kawasan Indonesia timur.

Baca juga: Kemenag: Masjid boleh jadi tempat istirahat dan tetap jaga kesucian

Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

“Adanya program ini meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik Muslim maupun non-Muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” kata Menag.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |