Banda Aceh (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh menyatakan hampir seluruh kantor urusan agama (KUA) yang terdampak bencana di Aceh sudah aktif melayani masyarakat meskipun dalam keadaan darurat, kecuali KUA Putri Betung Kabupaten Gayo Lues karena sudah hilang.
"Semuanya sudah bisa aktif kembali, meskipun ada yang pelaksanaannya masih ala kadarnya, yang penting sudah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kondisinya memang masih darurat," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Azhari, di Banda Aceh, Kamis.
Dia menyebutkan, pascabencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu, sebanyak 79 KUA ikut terdampak, baik rusak ringan, sedang, berat maupun hilang terbawa arus.
"Ada satu KUA yang tidak aktif karena hanyut dibawa air dan hilang, itu KUA di Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Kita sedang upayakan mencari lokasi untuk dipindahkan dulu," ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi kantor KUA di Aceh pascabencana banjir sangat beragam dampaknya, ada yang gedungnya rusak, tertimbun lumpur, hilangnya seluruh mebel serta alat kerja pegawai seperti komputer, printer, dan lainnya.
Sebagai upaya pemulihan, kata Azhari, selain membersihkan kantor, Kemenag RI juga telah memproses bantuan mebel serta kebutuhan lainnya untuk KUA terdampak agar masyarakat bisa kembali menerima pelayanan terbaik, meskipun masih terbatas.
Baca juga: KUA di Aceh Tamiang tetap layani pencatatan nikah di tengah banjir
"Untuk mebel sudah dibagikan untuk hampir semua KUA tetapi masih terbatas. Ada yang menerima tiga kursi, satu kursi panjang, dan satu lemari," katanya
"Semua sudah dikirim ke daerah untuk mendukung pelayanan masyarakat, dibantu oleh pusat langsung," ujarnya.
Di sisi lain, meskipun pelayanan di KUA terlaksana secara darurat atau proses administrasinya masih manual, minimal masyarakat sudah dapat menerima layanannya.
Azhari menuturkan, komputer dan printer khusus untuk buku nikah masih sangat terbatas di KUA pascabencana. Oleh karena itu, pegawai bisa memanfaatkan milik KUA terdekat yang memang sudah tersedia teknologinya.
"Buku nikah itu harus dengan printer khusus. Jadi, kita sudah anjurkan bisa KUA terdekat, karena ini kebutuhan untuk hari-hari," ujarnya.
Ia menegaskan, Kemenag RI terus mengupayakan bantuan kebutuhan di KUA, hanya saja prosesnya dilakukan secara bertahap, ditargetkan pada Februari ini dapat segera disalurkan komputernya.
Baca juga: Kemenag telah lakukan revitalisasi 35 layanan KUA di Aceh
"Kursi dan komputer juga dibantu secara bertahap. Pada tahap darurat kemarin, kursi sudah dibagikan. Setelah ini, sebulan lagi kita kirimkan minimal komputer ke KUA, supaya masyarakat bisa kembali kita layani," demikian Azhari.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































