Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki penguatan kemitraan strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan layanan kesehatan dengan Universitas Oxford Inggris sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional melalui kolaborasi global.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, dengan delegasi University of Oxford di Jakarta, Jumat (6/2).
Dalam pertemuan tersebut, Brian menyampaikan sejumlah agenda strategis nasional, khususnya penguatan layanan kesehatan nasional berbasis pendidikan tinggi.
"Kami sangat berharap pertemuan ini menjadi pembuka kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan University of Oxford, khususnya dalam penguatan pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi kesehatan," kata Mendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Minggu.
Menteri Brian menyebutkan salah satu fokus utama adalah rencana pembangunan fakultas kedokteran terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia medis, serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan kesehatan di luar negeri.
"Sebagaimana arahan Presiden, kami merencanakan pembangunan sepuluh fakultas kedokteran di berbagai pulau di Indonesia yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan berkelas dunia," ujarnya.
Baca juga: Kemendiktisaintek imbau perempuan tak takut geluti STEM
Sementara, Delegasi University of Oxford, Heidi Johansen-Berg menyambut positif inisiatif kolaborasi ini, dan menilai Indonesia memiliki visi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dan sistem kesehatan.
"Ke depan, Oxford berkomitmen untuk mendukung melalui kemitraan riset, inovasi teknologi, dan pengembangan talenta global, serta melihat potensi kolaborasi kuat pada pemanfaatan data kesehatan, teknologi digital, dan penguatan jejaring peneliti lintas negara," kata Heidi.
Diketahui, pertemuan ini turut dihadiri oleh perwakilan tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kolaborasi dengan Oxford diharapkan mencakup pengembangan kurikulum, riset bersama, inovasi teknologi kesehatan, pertukaran akademisi, serta penguatan kapasitas institusi.
Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka pada bidang prioritas seperti vaksin, kecerdasan artifisial kesehatan, diagnostik penyakit, data kesehatan, hingga penguatan riset penyakit menular seperti tuberkulosis.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak mendorong pembentukan kelompok kerja bersama untuk memetakan prioritas kolaborasi, menjajaki skema riset bersama, pertukaran akademik, serta pengembangan program pelatihan dan fellowship.
Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang Indonesia–Oxford dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi dan riset kesehatan.
Baca juga: Kemdiktisaintek perkuat kemitraan inovasi dengan Prancis
Baca juga: Kemdiktisaintek buka peluang kerja sama pendidikan dengan Turkmenistan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































