Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidomulyo di Kabupaten Jember, Jawa Timur menjadi koperasi desa pertama di Indonesia yang melakukan ekspor kopi ke Mesir.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Krisdianto Soedarmono bersama Bupati Jember Muhammad Fawait melepas ekspor perdana kopi robusta di Gudang KDMP Sidomulyo, Kecamatan Silo, Minggu.
"Alhamdulillah hari ini kami menyaksikan sejarah KDMP Sidomulyo menjadi koperasi desa pertama di Indonesia yang melakukan direct export kopi ke luar negeri, tepatnya ke Mesir," kata Bupati Jember M Fawait di Desa Sidomulyo.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan yang digelar di Gudang KDMP Sidomulyo menegaskan posisi desa itu sebagai pelopor koperasi modern berbasis pangan dan ekspor di Indonesia.
Baca juga: KKP berikan pelatihan bioflok bagi 100 Kopdes Merah Putih
"Capaian itu merupakan momentum besar bagi Indonesia, bukan hanya bagi Jember atau Desa Sidomulyo," ucap bupati yang biasa dipanggil Gus Fawait.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Desa Sidomulyo, serta seluruh jajaran KDMP yang telah bekerja keras mewujudkan visi Presiden dalam memajukan desa melalui penguatan pangan.
"Jember punya banyak komoditas berorientasi ekspor seperti kopi, cerutu, edamame, okra, coklat, dan tembakau. Saya berharap KDMP lainnya dapat meniru keberhasilan KDMP Sidomulyo," katanya.
Ia mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor karena pemkab bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, termasuk LPDB yang telah memberikan pinjaman lunak.
Baca juga: Pengamat: Kopdes Merah Putih perlu kuat, siapkan integrasi 18 juta PKH
"Tahun depan, ketika volume ekspor meningkat, LPDB pun telah menyatakan kesiapannya memberikan dukungan penuh," ujarnya.
Sementara Direktur Utama LPDB Kementerian Koperasi Krisdianto Soedarmono ikut memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang sangat jarang dicapai koperasi desa di Indonesia.
"KDMP Sidomulyo adalah KDMP pertama dan satu-satunya di Indonesia yang melakukan ekspor langsung, dan komoditasnya adalah kopi. Itu menjadi tolok ukur bagi seluruh KDMP nasional. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati dan Mas Kades atas capaian itu," katanya
Ia mengatakan kesiapan LPDB mendukung peningkatan kapasitas ekspor karena tahun depan ada rencana peningkatan volume hingga 3.000 ton dengan kebutuhan pembiayaan sekitar Rp180 miliar dan LPDB siap mendukung penuh.
Baca juga: Koperasi Merah Putih warga binaan di Jabar disiapkan jadi pemasok MBG
Selain sektor ekspor, Krisdianto juga menyoroti kekuatan kelembagaan Sidomulyo yang telah memiliki gerai klinik dan apotek berizin lengkap hingga 5 kamar rawat inap, salah satu yang paling lengkap berbasis KDMP.
KDMP Sidomulyo juga telah bermitra dengan Dapur Umum/Satuan Pangan Program MBG dari Badan Pangan Nasional, yang akan menempatkan Sidomulyo dalam rantai pasok bahan baku ransum nasional. LPDB siap memfasilitasi pendanaan untuk memastikan tugas tersebut berjalan tanpa hambatan.
Kepala Desa Sidomulyo sekaligus Pimpinan KDMP Merah Putih, Kamiludin, mengatakan bahwa keberhasilan ekspor itu merupakan hasil kerja panjang memastikan standar internasional benar-benar terpenuhi.
"Kopi kami sudah kualitas ekspor, namun ada beberapa proses yang harus dilakukan. Mulai pembersihan dengan mesin suton, penurunan kadar air hingga maksimal 13 persen, pengeringan, pemrosesan, hingga masuk karantina dan dokumentasi. Seluruh rangkaian membutuhkan waktu satu sampai dua minggu," ujarnya.
Baca juga: Pembentukan Kopdes Merah Putih jadi syarat pencairan Dana Desa
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































