Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meningkatkan fasilitas dan menyiagakan 350 petugas untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang kereta cepat Whoosh selama masa arus balik Lebaran 2026.
"Kita menyiapkan fasilitas ruang tunggu yang lebih nyaman, khususnya di Halim, Padalarang, dan juga Bandung. Lalu ada 350 personel juga yang berjaga untuk mengantisipasi penumpukan," kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti di Stasiun KCIC, Jakarta Timur, Rabu.
Langkah tersebut sebagai upaya memperkuat antisipasi untuk menghadapi potensi penumpukan penumpang selama masa angkutan Lebaran, khususnya pada layanan kereta cepat Whoosh.
Emir menjelaskan, peningkatan fasilitas ruang tunggu dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi kepadatan saat volume penumpang meningkat signifikan.
Salah satu peningkatan fasilitas yang menjadi fokus adalah di Stasiun Bandung. KCIC menambah kapasitas Hall KA Feeder yang sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 200 tempat duduk, kini ditingkatkan menjadi 300 tempat duduk.
"Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan penumpang, terutama yang melakukan perjalanan lanjutan menggunakan kereta pengumpan (feeder)," jelas Emir.
Baca juga: 235 ribu tiket Whoosh terjual selama masa angkutan Lebaran
Selain peningkatan fasilitas fisik, KCIC juga memperkuat layanan operasional dengan menambah personel di lapangan.
Sekitar 50 petugas pelayanan tambahan disiagakan di berbagai titik strategis untuk membantu pengaturan arus penumpang serta memberikan informasi yang dibutuhkan.
Menurut Emir, keberadaan petugas tambahan ini sangat penting, terutama karena momen libur Lebaran banyak dimanfaatkan oleh penumpang baru yang baru pertama kali menggunakan layanan Whoosh.
"Petugas tambahan ini kami siapkan untuk membantu mengatur penumpang dan memberikan informasi, mengingat banyak pengguna baru yang membutuhkan arahan saat menggunakan layanan Whoosh," ujar Emir.
Tidak hanya itu, KCIC juga mengoperasikan posko pelayanan dengan total hingga 300 petugas yang tersebar di berbagai area.
"Petugas posko ini bertugas memastikan kelancaran operasional, memberikan bantuan kepada penumpang, serta merespons dengan cepat apabila terjadi kendala di lapangan," ucap Emir.
Dengan kombinasi peningkatan fasilitas dan penambahan sumber daya manusia ini, KCIC optimistis dapat menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan penumpang selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam memberikan pelayanan terbaik di tengah tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta cepat.
Baca juga: Penumpang Whoosh diprediksi capai 25 ribu saat puncak arus balik
Baca juga: KCIC sebut penjualan tiket kereta Whoosh tembus 145 ribu di masa mudik
Adapun PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat, sebanyak 235 tiket kereta cepat Whoosh untuk berbagai rute perjalanan sudah terjual selama masa angkutan Lebaran 2026.
"Secara total, tiket Whoosh yang sudah terjual selama masa periode posko angkutan Lebaran sejak tanggal 13 sampai dengan 30 Maret itu sudah sekitar 235 ribu tiket ke berbagai tujuan," kata Emir.
Puncak arus balik Lebaran 2026 pada kereta cepat Whoosh akan terjadi 28-29 Maret dengan jumlah penumpang 25 ribu lebih.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































