Kapan kucing bisa birahi? Kenali umur dan faktor yang mempengaruhinya

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Banyak pemilik kucing bertanya-tanya, sebenarnya kucing mulai birahi di umur berapa. Tidak sedikit yang terkejut saat kucing peliharaannya menunjukkan perilaku berbeda meski usianya masih terbilang muda.

Masa birahi pada kucing memang tidak selalu datang di waktu yang sama, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik hingga lingkungan sekitar.

Memahami kapan kucing mulai birahi serta faktor-faktor yang mempengaruhinya penting bagi pemilik agar dapat memberikan perawatan, pengawasan, dan keputusan terbaik untuk kesehatan kucing dalam jangka panjang.

Berikut ini penjelasan mengenai usia kucing mulai birahi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, yang dirangkum dari berbagai sumber.

Baca juga: Jangan sepelekan, ini gejala kucing mau mati

Baca juga: 8 cara mudah dan ampuh untuk hilangkan bulu kucing di baju

Kucing bisa birahi mulai umur berapa?

Kucing birahi adalah kondisi saat kucing memasuki masa subur atau estrus, yang umumnya ditandai dengan perubahan perilaku dibandingkan hari-hari biasa. Hal ini dijelaskan dalam buku Panduan Memelihara Kucing Persia karya Bayu R. Susetyo (2007), yang menyebutkan bahwa fase birahi merupakan bagian alami dari siklus reproduksi kucing.

Lalu, kucing birahi umur berapa? Pada dasarnya, usia kucing mulai birahi tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti jenis kelamin, ras, kondisi lingkungan, hingga kesehatan tubuh kucing itu sendiri.

Secara umum, kucing betina mulai mengalami birahi pada usia sekitar 4 hingga 6 bulan. Namun, pada beberapa kasus, ada juga kucing betina yang baru menunjukkan tanda birahi saat berusia 10 sampai 12 bulan.

Kucing betina dapat mengalami birahi beberapa kali dalam setahun, terutama pada musim semi dan musim panas. Jika tidak disteril, kucing betina bisa terus mengalami siklus birahi sepanjang hidupnya.

Sementara itu, kucing jantan biasanya mulai memasuki masa birahi pada usia 6 hingga 8 bulan. Meski begitu, sebagian kucing jantan baru menunjukkan perilaku birahi saat menginjak usia 10 sampai 12 bulan.

Kucing jantan cenderung bisa birahi sepanjang tahun, terutama jika ada kucing betina yang sedang birahi di sekitarnya. Sama seperti betina, kucing jantan yang tidak dikebiri akan terus mengalami dorongan birahi selama hidupnya.

Baca juga: Hindarkan kucing dari bunga lili cegah penyakit gagal ginjal fatal

Faktor-faktor yang mempengaruhi birahi kucing

Usia kucing saat mulai birahi sangat dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

1. Ras kucing

Jenis ras memiliki peran penting dalam menentukan kapan kucing mulai birahi. Beberapa ras seperti Siamese, Persia, dan Anggora dikenal lebih cepat dan lebih sering mengalami birahi dibandingkan ras lainnya. Faktor genetik serta kemampuan adaptasi terhadap iklim menjadi salah satu penyebabnya.

2. Lingkungan

Kondisi lingkungan tempat kucing hidup juga berpengaruh besar. Kucing yang tinggal di wilayah tropis atau subtropis umumnya lebih sering mengalami birahi dibandingkan kucing di daerah beriklim dingin. Panjang siang hari dan intensitas cahaya matahari diketahui dapat merangsang produksi hormon reproduksi pada kucing.

3. Kesehatan kucing

Kondisi fisik dan asupan gizi turut menentukan siklus birahi kucing. Kucing yang sehat dan mendapatkan nutrisi cukup cenderung mengalami birahi secara normal. Sebaliknya, kucing yang kurang gizi atau memiliki masalah kesehatan biasanya mengalami birahi lebih lambat dan tidak teratur.

4. Jenis kelamin

Perbedaan jenis kelamin turut mempengaruhi waktu birahi. Kucing betina memiliki siklus birahi tertentu dan dapat mengalaminya beberapa kali dalam setahun. Sementara itu, kucing jantan tidak memiliki siklus birahi seperti betina, namun dorongan kawin-nya bisa muncul kapan saja, terutama saat mencium aroma kucing betina yang sedang birahi.

5. Paparan kucing lain

Kehadiran kucing lain di sekitar, terutama lawan jenis yang sedang birahi, dapat memicu kucing memasuki masa birahi lebih cepat. Aroma feromon dari kucing lain sering kali menjadi pemicu alami.

6. Tingkat stres

Kondisi psikologis kucing juga berpengaruh. Kucing yang sering mengalami stres akibat perubahan lingkungan, kebisingan, atau perlakuan yang tidak nyaman cenderung mengalami gangguan hormon, sehingga siklus birahi-nya bisa tertunda atau tidak teratur.

Dengan memahami berbagai faktor tersebut, pemilik kucing dapat lebih mudah mengenali dan mengantisipasi masa birahi pada kucing peliharaan. Hal ini penting agar perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kucing dan membantu menjaga kesehatannya dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara merawat kucing setelah sterilisasi agar cepat pulih dan sehat

Baca juga: Sterilisasi kucing: Manfaat dan efek samping yang perlu diketahui

Baca juga: Prosedur sterilisasi kucing dari persiapan hingga pemulihan

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |