Kanal penghubung sungai-laut di China mulai uji coba lalu lintas kapal

1 week ago 31

Nanning (ANTARA) - Kanal Pinglu memulai uji coba lalu lintas kapal pada Rabu (12/8), yang sekaligus menandai langkah penting menuju rencana pembukaan jalur air utama China tersebut pada September.

Uji coba ini dimulai ketika sebuah kapal berbobot 5.000 ton tanpa muatan bertolak dari area layanan Xinfu di sepanjang kanal di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.

Empat kapal yang mewakili tipe-tipe utama yang diperkirakan akan menggunakan kanal ini akan ambil bagian dalam uji coba itu.

Keempat kapal tersebut terdiri dari dua kapal berbobot 5.000 ton dalam kondisi bermuatan dan tanpa muatan, serta kapal berbobot 3.000 ton dan 1.000 ton dalam kondisi bermuatan.

Uji coba ini akan mengevaluasi pelayaran dalam kondisi normal maupun kondisi sulit, serta memeriksa apakah jalur air, pintu air, area labuh, area layanan, dan fasilitas pelayaran kanal siap beroperasi.

Kapal-kapal tersebut akan melintasi bagian-bagian utama kanal dan melakukan serangkaian uji coba, termasuk melewati pintu air, berpapasan serta mendahului kapal lain, berbelok, berlabuh dalam kondisi pasang surut dan berlayar pada malam hari.

Pengujian tambahan rencananya akan dilakukan dalam kondisi berpotensi bahaya, seperti saat pelepasan air waduk, banjir akibat luapan anak sungai, serta kombinasi angin kencang dan air pasang.

Kapal-kapal uji coba tersebut dilengkapi dengan sistem pemosisian BeiDou, drone, dan sensor untuk mengumpulkan data mengenai rute, pergerakan, arus air, serta jarak aman antarkapal.

Dirancang untuk mengakomodasi kapal berbobot hingga 5.000 ton, Kanal Pinglu sepanjang 134,2 km merupakan proyek kanal penghubung sungai-laut berskala besar pertama di China yang direncanakan dan dikoordinasikan di tingkat nasional sejak 1949.

Sejumlah pakar meyakini bahwa kanal itu berpotensi mempersingkat waktu pengangkutan, menekan biaya logistik, serta memperkuat konektivitas antara wilayah pedalaman barat China dan Asia Tenggara.

Membentang dari Sungai Pingtang di Kota Hengzhou, Guangxi, hingga Teluk Beibu di Laut China Selatan, kanal ini merupakan penopang utama Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru China, yang berkembang menjadi jalur strategis penghubung wilayah pedalaman China dengan ASEAN serta pasar global lainnya.

Layanan kereta di koridor tersebut menangani volume kargo sebesar 1,425 juta TEU pada 2025, yang memecahkan rekor dan menandai peningkatan 47,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Per awal Juli 2026, jaringan kereta tersebut telah menjangkau 593 pelabuhan di 128 negara dan kawasan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |