KAI Daop 2 Bandung awasi 55 titik rawan pada mudik Lebaran 2026

1 hour ago 1
KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem

Bandung (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengawasi secara khusus 55 titik rawan di sepanjang jalur kereta api di wilayah operasional mereka pada masa mudik Lebaran 2026, seiring adanya potensi cuaca ekstrem.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono menjelaskan 55 titik pantauan khusus itu rawan terjadinya kejadian ambles akibat tanah labil, rawan longsor, rawan banjir, serta titik jembatan rawan.

"KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem," kata Hendra di Kompleks Stasiun Bandung, Jumat.

Hendra mengungkapkan dari 55 titik rawan bencana pada jalur kereta di Daop 2 Bandung, jembatan di daerah Ciganea, Purwakarta, menjadi salah satu titik paling kritis yang menjadi perhatian.

Wahyu mengungkap Ciganea menjadi lokasi kritis, karena kondisi jalur jembatan dan sungai yang deras jadi pertimbangan yang memerlukan pemantauan khusus, di luar potensi cuaca ekstrem.

"Lokasi kritis di Ciganea Purwakarta, itu titik kritis terhadap jembatan. Jembatan itu kita pantau khusus karena sungainya arusnya cukup besar juga dengan kondisi hujan yang masih tinggi, itu kita pantau khusus," kata Hendra.

Sejumlah titik masuk kategori kritis lainnya berada di Rancaekek, Cimekar, Cicalengka, hingga jalur Lampegan - Cibogor. Lokasi-lokasi tersebut dipantau secara intensif karena memiliki potensi gangguan perjalanan kereta, terutama saat cuaca ekstrem.

Untuk mengantisipasi gangguan di titik-titik tersebut, KAI menyiapkan petugas tambahan di daerah rawan serta menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa lokasi strategis.

AMUS tersebut disiagakan di Purwakarta, Bandung, dan Tasikmalaya, sementara material balas ditempatkan di Tasikmalaya dan Cibungur untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan jalur.

Selain itu, KAI juga menggunakan teknologi sensor yang memindai pergerakan tanah untuk mengantisipasi kejadian di daerah gerakan tanah labil. Saat ini, alat tersebut ditempatkan di wilayah Bumi Waluya.

"Kalau teknologi itu yang kita pakai itu di Bumi Waluya, itu juga alatnya dari PJKA, tapi real time-nya belum ya masih berupa sensor," kata Hendra.

Secara keseluruhan, Daop 2 Bandung mengerahkan sekitar 1.700 personel internal ditambah tenaga outsourcing sehingga totalnya mencapai sekitar 3.000 petugas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 150 petugas tambahan ditempatkan khusus di titik-titik rawan.

Dalam periode mudik lebaran 2026 ini, persiapan Daop 2 Bandung pada aspek pengamanan diperkuat oleh 778 personel gabungan, yang terdiri dari 698 personel Polsuska dan petugas keamanan (security), 19 personel kewilayahan (Babinkamtibmas dan Babinsa), serta 61 personel pengamanan eksternal.

Di lini operasional keselamatan, Daop 2 Bandung menyiagakan 154 petugas ekstra, yang mencakup 58 pemeriksa jalur ekstra, 57 penjaga perlintasan ekstra, dan 35 petugas penjagaan daerah pantauan khusus (Dapsus).

Selain itu, 14 petugas Customer Service Mobile disebar di stasiun utama seperti Cimahi, Bandung, Kiaracondong, dan Tasikmalaya. Kesiapan kesehatan juga dijamin melalui 12 lokasi posko kesehatan yang dilengkapi dokter umum, paramedis, ambulans, hingga perangkat AED (perangkat untuk pertolongan penyakit jantung).

Pada masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 2 Bandung menyediakan kapasitas 345.840 tempat duduk, dengan rata-rata 15.720 tempat duduk per hari melalui 28 perjalanan kereta api (24 reguler dan 4 tambahan).

Hingga 12 Maret 2026, penjualan tiket telah mencapai angka 233.872 tiket atau 67,6 persen dari total kapasitas. Animo masyarakat juga kian terlihat dari terjualnya 54.462 tiket promo diskon 30 persen, dengan rute favorit yang dicover oleh KA Kahuripan, KA Tambahan Kiaracondong - Surabaya Gubeng, KA Cikuray, KA Kutojaya Selatan, KA Malabar, dan KA Harina.

Guna mendukung kelancaran operasional di 54 stasiun yang melayani masa angkutan ini, Daop 2 Bandung juga telah memastikan keandalan sarana yang terdiri dari 31 lokomotif, 241 kereta, dan 4 trainset KRDE.

Kemudian penerapan fasilitas pengenal wajah di Stasiun Bandung dan Kiaracondong, serta layanan pembatalan di lima stasiun, turut dioptimalkan untuk mengurai antrean dan mempermudah pelanggan.

Baca juga: KAI siagakan ratusan pekerja LRT Jabodebek dukung angkutan Lebaran

Baca juga: 721 personel disiagakan amankan stasiun keberangkatan mudik di Jakarta

Baca juga: KAI sebut 16-20 Maret jadi tanggal favorit mudik Lebaran dari Jakarta

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |