Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyebut Idul Fitri merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dengan mempererat silaturahmi.
Pesan itu ia sampaikan usai mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Lapangan Masjid Agun Al Azhar, Jakarta, Sabtu.
JK mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan hari raya sebagai ajang mempererat hubungan sosial dan kebangsaan.
"Ini kesempatan kita semua, khususnya umat Islam, untuk menjaga persatuan dan silaturahmi, serta bersama-sama memajukan bangsa dan negara,” kata JK dalam keterangannya.
JK merasa bersyukur di Indonesia perayaan Idul Fitri berlangsung kondusif dan lancar. Seperti di Jakarta, pelaksanaan Shalat Idul Fitri didukung cuaca yang bagus.
"Alhamdulillah, walaupun sebelumnya diperkirakan hujan, ternyata tidak. Hanya semalam hujan sedikit. Ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyinggung kondisi di sejumlah negara Islam, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang tengah menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan di dalam negeri.
“Kita di Indonesia harus menjaga persatuan itu. Kita juga mendukung dan mendoakan saudara-saudara kita di negara lain agar dapat kembali bersatu," pesannya.
JK menambahkan, momentum Idul Fitri tahun ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas, baik di tingkat nasional maupun global.
Dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Masjid Agung Al Azhar tersebut juga dihadiri Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Prabowo, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Jimly Asshidiqie.
Sejumlah tokoh tersebut, tampak larut dalam suasana keakraban dan silaturahmi Lebaran.
Baca juga: JK bahas konflik Timur Tengah bersama ICWA dorong upaya perdamaian
Baca juga: PMI terima Rp2,4 miliar dari PanasonicGobel guna rehabilitasi Sumatera
Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026


















































