Jepang belum terima permintaan resmi kirim pasukan ke Timur Tengah

2 hours ago 2

Tokyo (ANTARA) - Jepang belum menerima permintaan resmi untuk mengerahkan Pasukan Bela Diri ke Timur Tengah dalam misi keamanan maritim, kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, Selasa (17/3).

"Saat ini belum ada permintaan resmi untuk pengerahan Pasukan Bela Diri. Belum ada keputusan yang diambil," kata Koizumi kepada komite anggaran majelis tinggi.

Ia menegaskan bahwa upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan tetap menjadi prioritas.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah sedang meninjau opsi hukum, tetapi belum membuat keputusan terkait pengerahan pasukan.

"Kami secara aktif mengeksplorasi apa yang dapat dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku," katanya, seraya menambahkan koordinasi dengan parlemen akan dilakukan jika perlu.

Pemerintah Jepang juga berdialog dengan AS dan Iran untuk mengurangi ketegangan di Timur Tengah, kata Takaichi.

Baca juga: Selat Hormuz: Trump kesal sekutu AS enggan kirim kapal

Pernyataan itu disampaikannya setelah Presiden AS Donald Trump pada 14 Maret meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain mengirim kapal perang ke Selat Hormuz untuk menjaga keamanan pelayaran.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi juga menyerukan deeskalasi konflik secepat mungkin. Jepang menyampaikan kepada Iran kekhawatiran serius terkait serangan terhadap negara tetangga dan penutupan Selat Hormuz, katanya.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Krisis Hormuz, produksi minyak kawasan Teluk anjlok hampir 7 juta bpd
Baca juga: Trump: AS tak butuh bantuan buka Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |