Jelang duel, juara UFC Makhachev sebut Garry bukan lawan terberat

1 week ago 3

Jakarta (ANTARA) - Juara kelas welter (77,1 kg) Ultimate Fighting Championship (UFC) Islam Makhachev menyebut Ian Machado Garry bukan lawan terberatnya menjelang duel mereka pada UFC 330 di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, AS, Sabtu (15/8).

"(Pertarungan melawan Ian Machado Garry) ini bukan tantangan terbesar saya," kata Islam Makhachev saat media day UFC 330 yang dipantau dari laman resmi UFC di Jakarta, Kamis.

Petarung asal Dagestan, Rusia itu telah mendengar Garry mengatakan banyak hal tentang rencananya untuk meraih kemenangan mengejutkan dan menjadi juara kelas welter.

Meskipun laga mendatang baru pertarungan keduanya di kelas 170 pon, Makhachev menghormati kemampuan Garry. Akan tetapi, dia tidak percaya bahwa pertarungan mendatang adalah laga tersulit yang pernah dihadapi dalam karirnya.

Makhachev mengatakan bahwa Garry memiliki keterampilan bertarung yang bagus, tetapi Makhachev memiliki gaya bertarung yang sulit diatasi.

"Kita lihat saja bagaimana dia (Ian Machado Garry) mempersiapkan diri untuk (menghadapi gaya bertarung saya) itu," katanya.

Baca juga: CEO UFC tak sabar menantikan penampilan petarung Indonesia Bilal Hasan

Menurut Makhachev berdasarkan pada pertarungan terakhir Garry melawan Jack Della Maddalena di kelas welter, maka Garry memiliki lebih banyak keterampilan, kemampuan striking, dan pertahanan gulat yang bagus.

Namun, ia melanjutkan, Garry memiliki beberapa titik lemah sehingga ia memiliki beberapa kunci untuk mengalahkannya dengan mudah.

Dari segi gaya bertarung, Makhachev mengkritik Garry karena lebih banyak menghindari lawan daripada terlibat dalam pertarungan dan berupaya menghabisi lawan.

Meskipun Garry selalu menemukan cara untuk memenangkan pertarungan, mantan penguasa kelas ringan UFC itu tidak terlalu terkesan dengan fakta bahwa ia selalu menang berdasarkan poin, tetapi tidak banyak menambahkan kemenangan KO/TKO ke dalam rekornya.

"Dia memiliki gaya bertarung yang sama di setiap pertarungan. Dia hanya berlari mundur dan berusaha meraih poin. Saya tidak ingat kapan terakhir kali dia mengalahkan lawan dengan KO," katanya.

Di atas kertas, Makhachev mengakui bahwa pertarungan melawan Garry digadang-gadang sebagai pertarungan klasik "petarung melawan pegulat", tetapi dia tahu memiliki banyak cara untuk menang dan mempertahankan sabuknya saat keduanya berhadapan di octagon.

Baca juga: Bilal Hasan, taekwondoin yang jadi petarung Indonesia di UFC

Baca juga: Menang TKO 45 detik di DWCS, Bilal Hasan dapatkan tiket ke UFC

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |