Jateng jadwalkan 308 kali gerakan pangan murah untuk stabilisasi harga

3 hours ago 2

Demak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjadwalkan 308 kali gerakan pangan murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Jadi, kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini. Nantinya akan diselenggarakan di seluruh daerah di Provinsi Jateng bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota sampai Maret 2026," kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah di Pucang Gading Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat.

Luthfi menjelaskan gerakan pangan murah ini juga menjadi program nasional. Di Jawa Tengah diawali di daerah Pucang Gading, Mranggen, Demak. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat sekitar terkait kegiatan tersebut.

Baca juga: Dirut Bulog perkuat GPM 2026 demi stabilitas harga pangan

Secara umum, ketersediaan pangan pokok strategis di Jawa Tengah dalam kondisi surplus. Namun, awal Februari 2026 ini memang terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama menjelang Ramadhan.

Beberapa bahan pokok naik harganya, antara lain cabai naik 35,7 persen dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800/kg; MinyaKita Rp16.300/liter atau naik 3,4 persen dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700/liter; daging kerbau beku Rp110.000/kg atau naik 38,4 persen dari HPP Rp80.000/kg; jagung pakan ternak ayam petelur Rp6.250/kg atau naik 7,4 persen dari HPP Rp5.500/kg.

"Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati angka Rp80 ribu. JTAB (Perusahaan Perseroan Daerah Jateng Agro Berdikari) sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar," jelasnya.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |