Gubernur: Aksi tanam 1.000 pohon bukti kontribusi pers jaga alam

2 hours ago 2
Penanaman bibit pohon hari ini menjadi wujud peran pers di luar fungsi utamanya dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Papua Barat

Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, aksi penanaman 1.000 bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026 menjadi bukti nyata insan pers turut berkontribusi menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat selaras dengan upaya pemerintah daerah menggaungkan perlindungan hutan, pengelolaan sumber daya alam berkeadilan, sekaligus mendukung komitmen pembangunan berkelanjutan.

“Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak hanya dimaknai sebagai momentum penguatan peran media massa, tetapi aksi konkret menjaga kelestarian alam,” kata Dominggus di Manokwari, Jumat.

Menurut dia, penyelenggaraan HPN 2026 yang mengangkat tema Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat mencerminkan peran strategis jurnalis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan di daerah.

Baca juga: Pemkot Singkawang tanam 8.000 pohon untuk mitigasi perubahan iklim

Jurnalis juga memiliki peran sangat penting untuk menyebarluaskan informasi tentang pembangunan secara objektif, berimbang, dan konstruktif kepada seluruh masyarakat di Papua Barat melalui pemberitaan media massa.

“Penanaman bibit pohon hari ini menjadi wujud peran pers di luar fungsi utamanya dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Papua Barat,” kata Dominggus.

Gubernur menilai, penanaman bibit pohon sebagai salah satu dari sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HPN 2026 merupakan upaya penting melakukan pencegahan terhadap kerusakan lingkungan.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat langkah pelestarian melalui gerakan penanaman pohon berkelanjutan sehingga dapat mencegah terjadinya bencana alam.

Baca juga: Tamhut Jakbar tanam 30 pohon pelindung dan 43.823 tanaman hias

“Bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera dan beberapa wilayah lain di Indonesia menjadi pengalaman buat kita semua untuk menjaga hutan dan lingkungan,” pesan Dominggus.

Menurut Gubernur, penanaman pohon jenis buah tidak hanya memiliki dampak ekologis tetapi bernilai ekonomi bagi masyarakat, terutama masyarakat di Kampung Katebu, Distrik Manokwari Selatan, yang menjadi lokasi kegiatan HPN.

Aksi penanaman bibit pohon yang digagas PWI Papua Barat dapat menjadi contoh bagi berbagai pihak, baik itu kementerian/lembaga, instansi pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lainnya agar kelestarian hutan tetap terpelihara.

“Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mari tinggalkan mata air, bukan air mata, bagi anak cucu kita,” ujar Dominggus.

Baca juga: Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang dukung ketahanan pangan

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |