Direktur Pengadaan Perum Bulog minta petani pertahankan kualitas gabah

5 hours ago 4
Kami berharap lewat kunjungan ini dapat memicu semangat para petani meningkatkan produksi maupun produktivitas produk,

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto meminta para petani dan mitra penggilingan di Sulawesi Tengah mempertahankan kualitas gabah sebagai bagian dari konsistensi penyerapan gabah di daerah itu.

"Petani dan mitra penggilingan memiliki peran strategis dalam percepatan besar penyerapan beras untuk mewujudkan swasembada pangan," kata Prihasto Setyanto saat meninjau penyerapan gabah di Sulteng, Selasa.

Dalam kunjungan itu, ia berbincang dengan sejumlah petani maupun pemilik gilingan padi di Desa Sienjo, Kabupaten Parigi Moutong, sembari menyosialisasikan arahan Presiden RI Prabowo terkait swasembada pangan berkelanjutan dengan aksi nyata penyerapan pangan di seluruh penjuru negeri.

Ia memuji kualitas gabah di Sienjo, meski begitu penggilingan padi perlu meningkatkan metode-metode teknis untuk menghasilkan gabah yang lebih memiliki kualitas terbaik.

Baca juga: Dirut Bulog sebut pengadaan 146 kios di Pasar Jaya terus berproses

"Kami berharap lewat kunjungan ini dapat memicu semangat para petani meningkatkan produksi maupun produktivitas produk," ujarnya.

Ia mengemukakan, Bulog berkomitmen mengoptimalkan akselerasi penyerapan hasil produksi petani dengan menyisir daerah-daerah penghasil padi.

Secara nasional, Pemerintah Indonesia menargetkan serapan gabah 2026 sebanyak 4 juta ton setara beras, maka Perum Bulog sebagai lembaga yang ditugaskan mengurus logistik pangan telah menginstruksikan kepada Kantor wilayah (kanwil) di masing-masing provinsi bergerak cepat merealisasikan target tersebut.

"Saya meminta Bulog Kanwil Sulteng masif melakukan pengadaan, wilayah-wilayah sentra harus dimasuki, karena setiap daerah telah diberi target," ucap Prihasto.

Baca juga: Dirut Bulog minta pimwil/pinca maksimalkan serap gabah petani

Ia menjelaskan, penyerapan pangan dengan mutu terbaik diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.

Regulasi itu menekankan serapan dengan mutu pangan yang baik supaya cadangan beras pemerintah dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kualitas gabah tetap menjadi prioritas dalam pengadaan bahan pangan. Kami juga meminta Kanwil Sulteng mengedukasi petani, supaya padi dipanen pada umur yang cukup guna menjaga kualitas produksi," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng Jusri mengemukakan, pihaknya terus melakukan aksi dengan kunjungan-kunjungan strategis ke sentra-sentra serapan.

Baca juga: Dirut Bulog sebut anggaran serap gabah dan jagung capai Rp68,6 triliun

“Serapan domestik kami kebut. Kunjungan ke wilayah sentra kami optimalkan sekaligus membangun kedekatan antara petani dan Bulog. Petani punya wadah menjual dengan harga yang relatif stabil sesuai ketetapan pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Bulog minta petani jual gabah sesuai usia panen demi kualitas CBP

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |