Jabar tetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan

2 hours ago 2
Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat, tidak lagi terbatas seperti sekarang karena masih ada keterbatasan waktu

Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menetapkan Milangkala Tatar Sunda sebagai agenda rutin tahunan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Sumedang, Sabtu, mengatakan kebijakan ini kemudian diperkuat dengan penetapan Pergub yang telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kegiatan ini (Minangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya kan dalam pergub, sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa cakupan perayaan tidak hanya terbatas pada wilayah administrasi Jawa Barat, tetapi bisa juga melibatkan wilayah lain yang memiliki keterikatan budaya Sunda.

Baca juga: Pemprov Jabar tetapkan 18 Mei Jadi Hari Tatar Sunda

“Teman-teman yang dari Banten katakan, masuk Tatar Sunda. Kemudian, sebagian dari wilayah Jawa Tengah juga ada desa-desanya yang itu masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa puncak peringatan tahun ini akan digelar dalam bentuk drama musikal di sekitar kawasan Gedung Sate yang saat ini kondisi area halaman yang masih dalam proses penataan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung bahwa ke depan rangkaian peringatan ini diharapkan dapat membentuk jalur budaya yang lebih utuh, tidak hanya terpusat di satu titik.

“Dari sini (Sumedang) ke induknya, dulu ke Kawali. Dari Kawali nanti kan melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat, tidak lagi terbatas seperti sekarang karena masih ada keterbatasan waktu,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini secara rutin juga dinilai memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama melalui penguatan sektor UMKM dan pariwisata.

“Tentu tinggi (potensi ekonomi). Ya, kalau setiap perayaan kegiatan kan selalu melahirkan UMKM. Dan yang paling utama nanti ya karena mungkin tahun ini mendadak. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga telah menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda yang diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.

Pihaknya menyebut penetapan ini tidak sekadar menambah kalender peringatan daerah, tetapi disebut sebagai upaya mengembalikan jati diri masyarakat Jawa Barat ke akar tradisi yang telah berusia lebih dari satu milenium.

Dengan penetapan Pergub dan penguatan basis sejarah tersebut, Pemprov Jabar menargetkan Milangkala Tatar Sunda menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai historis, identitas, dan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca juga: Senyum Tatar Sunda di Pangalengan

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |