J&T catat peningkatan volume paket capai 65 persen

8 hours ago 3
J&T Express ini untuk dari awal sampai sekarang itu kita selalu menekankan teknologi untuk membantu efisiensi kita.

Jakarta (ANTARA) - CEO J&T Express Robin Lo mengatakan perusahaan mencatat volume paket pada paruh pertama 2026 meningkat lebih dari 50 persen, sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) pertumbuhannya mencapai sekitar 65 persen.

Robin mengatakan di tengah lonjakan paket, perusahaan mengandalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya logistik di tengah lonjakan volume pengiriman paket.

“J&T Express ini untuk dari awal sampai sekarang itu kita selalu menekankan teknologi untuk membantu efisiensi kita. Sehingga efisiensi ini juga bisa membantu customer kita. Meningkatkan pelayanan kita supaya waktu yang kita kirim kepada customer itu lebih cepat dan lebih efisien,” kata Robin dalam acara Selebrasi 11 tahun J&T, di Jakarta, Rabu

Menurut Robin, selama 11 tahun beroperasi di Indonesia, teknologi menjadi salah satu kunci J&T Express membangun sistem logistik yang lebih efisien. Teknologi tidak hanya digunakan untuk mempercepat pengiriman, tetapi juga membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya sehingga biaya operasional dapat ditekan.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah mesin sortir otomatis. Jika sebelumnya teknologi tersebut hanya diterapkan di gudang-gudang utama, kini penggunaannya diperluas ke fasilitas yang lebih kecil atau drop center.

Saat ini, mesin sortir otomatis telah digunakan di 15 fasilitas drop center. Menurut Robin, penggunaan mesin tersebut dapat mempercepat proses penyortiran paket hingga empat kali dibandingkan proses manual.

Selain itu, J&T Express menggunakan automatic scanner untuk mempercepat pemindaian paket. Otomasi tersebut juga membantu mengurangi risiko kesalahan dalam proses penyortiran dan pemrosesan paket.

Pemanfaatan teknologi juga diperluas melalui AI dan analisis data untuk memprediksi pola pengiriman serta kebutuhan tenaga kerja berdasarkan volume paket.

Robin mencontohkan, ketika data menunjukkan adanya peningkatan pengiriman dari Jakarta menuju Bali atau Nusa Tenggara, perusahaan dapat memperkirakan kebutuhan kurir di wilayah tujuan sebelum paket tiba.

“Kalau pengirimannya terlalu banyak, kurirnya tidak memadai, pengiriman akan terganggu. Sebaliknya, kalau kurir terlalu banyak sementara paketnya sedikit, biaya operasional akan sangat tinggi dan harga kirim tidak bisa menjadi murah,” ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data membantu perusahaan menyesuaikan jumlah sumber daya dengan kebutuhan pengiriman. Dengan demikian, pertumbuhan volume paket dapat diimbangi dengan peningkatan produktivitas tanpa secara otomatis meningkatkan biaya operasional.

Efisiensi tersebut dinilai semakin penting seiring pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) yang membutuhkan sistem logistik dengan kapasitas besar, layanan cepat, dan biaya pengiriman yang tetap kompetitif.

Dengan volume pengiriman yang terus meningkat, J&T Express menilai investasi pada otomasi dan pemanfaatan data menjadi bagian penting untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapasitas logistik nasional.

Baca juga: Paxel perkuat jasa pengiriman barang mewah dukung industri perhiasan

Baca juga: Sasar industri dan UMKM, SiCepat luncurkan layanan logistik

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |