IWL dinilai jadi fondasi penting sepak bola putri Indonesia

1 week ago 10

Jakarta (ANTARA) - Penyelenggaraan Indonesia Women’s League (IWL) oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang mulai bergulir Oktober dinilai menjadi fondasi penting kemajuan sepak bola putri di Indonesia oleh pengelola klub.

"Pemain putri kini memiliki kesempatan, panggung, dan masa depan untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional," kata Direktur Komersial dan Operasional Persita Evelyn Chaty dalam keterangan resmi PSSI di Jakarta, Jumat.

IWL dijadwalkan bergulir 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. Evelyn mengatakan bahwa kehadiran kompetisi tersebut menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola wanita yang berkelanjutan, profesional, serta memiliki prospek bisnis yang semakin kuat di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa klub, pemain, dan pelatih sudah lama menantikan hadirnya kompetisi sepak bola wanita yang konsisten. IWL, kata dia, tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain, tetapi juga membuka jalur karir yang lebih jelas bagi generasi muda putri yang ingin menekuni sepak bola secara profesional.

Bagi Persita, kata dia, keikutsertaan di IWL bukan sekadar mengikuti kompetisi baru, melainkan bagian dari upaya bersama meletakkan fondasi ekosistem sepak bola wanita nasional.

Menurutnya, pengembangan sepak bola wanita merupakan perjalanan jangka panjang dan tidak dapat diukur hanya dari satu musim. Karena itu, regulasi serta kebijakan kompetisi perlu mempertimbangkan keberlanjutan klub, terutama dari sisi operasional dan finansial.

Evelyn juga mendukung sistem drafting pemain untuk menciptakan pemerataan kualitas di antara enam tim peserta, selama penerapannya transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara.

Baca juga: Srikandi Merdeka Cup jadi ruang tumbuh ekosistem sepak bola putri

Dari sisi penyelenggaraan, konsep arena turnamen yang terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro juga cukup realistis untuk musim perdana. Konsep itu, kata dia, dapat meningkatkan efisiensi, memastikan kualitas lapangan, mempermudah koordinasi pertandingan, dan mengurangi kompleksitas logistik.

Ia memastikan Persita akan menyediakan lingkungan profesional bagi pemain, termasuk dalam aspek kontrak, fasilitas latihan, medis, nutrisi, dan manajemen sesuai tahap perkembangan klub.

Sementara itu, pemilik klub Persikad Dolly Abdullah mengaku bersyukur klubnya dilibatkan sejak awal kelahiran IWL yang menurutnya merupakan gagasan positif dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta jajaran serta operator liga I-League.

Ia menilai sistem drafting tepat diterapkan pada fase awal liga dan dapat mendukung keberlanjutan serta keseimbangan kekuatan pemain-pemain muda putri. Ia juga melihat arena pertandingan yang terpusat memiliki manfaat operasional sekaligus komersial.

Sistem tersebut, kata dia, dapat menekan biaya serta membangun ekosistem baru di Soemantri sehingga akan menjadi hub dan berdampak bagus untuk sponsor. Format tersebut dapat menjadikan IWL seperti festival yang memadukan pertandingan, aktivasi merek, dan kegiatan sponsor.

Persikad, lanjut Dolly, siap memenuhi standar profesional, termasuk kontrak, gaji, mess pemain, dan program latihan. Subsidi operator dan PSSI, kata dia, cukup untuk satu musim, sembari klub menyiapkan strategi pemasaran guna menarik merek yang relevan.

Dengan meningkatnya kualitas kompetisi serta nilai komersialnya, ia meyakini IWL berpotensi menjadi medium bisnis baru dan berkembang mandiri dalam jangka panjang.

Baca juga: GIC 2026 diramaikan 13 negara dan hadirkan kategori sepak bola putri

Baca juga: Ketum PSSI: Kami tidak pernah menomorduakan sepak bola putri

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |